PALANGKA RAYA LENTERAKALIMANTAN.NET

Ketimpangan dan lompatan ekonomi di Kalimantan Tengah (Kalteng) kian nyata. Sepanjang tahun 2025, perputaran ekonomi di provinsi ini tidak lagi berpusat secara merata, melainkan mendominasi di tiga wilayah utama: Pangkalan Bun (Kotawaringin Barat), Murung Raya (Puruk Cahu), dan Sukamara. Ketiganya resmi menjadi simbol wilayah paling makmur dengan mencatatkan angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) tertinggi di Bumi Tambun Bungai.

Indikator PDRB per kapita ADHB ini mencerminkan rata-rata nilai ekonomi yang dihasilkan oleh setiap penduduk berdasarkan harga pasar saat ini. Semakin tinggi angka tersebut, semakin masif perputaran uang dan tingkat kemakmuran di daerah tersebut.

Lonjakan kemakmuran di tiga daerah ini dipicu oleh karakteristik wilayah dan keunggulan sektor yang berbeda-beda:

  • Pangkalan Bun (Kotawaringin Barat): Mengukuhkan posisi sebagai pusat ekonomi terkuat di Kalteng melalui dominasi sektor perdagangan dan aktivitas logistik pelabuhan yang agresif.

  • Murung Raya: Mengandalkan komoditas di sektor pertambangan yang melesat tajam, menjadikannya daerah dengan pertumbuhan nilai ekonomi per penduduk yang sangat tinggi.

  • Sukamara: Membuktikan bahwa wilayah dengan geografis kecil mampu bersaing ketat dan tampil makmur melalui optimalisasi sektor perkebunan serta pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang masif.

Kemunculan tiga daerah ini sebagai wajah kekuatan ekonomi baru Kalteng memicu pertanyaan kritis mengenai pola pemerataan pembangunan di daerah-daerah penyangga lainnya. Data ADHB yang tinggi di tiga wilayah tersebut sekaligus menjadi cerminan kontras bagi daerah lain yang belum mampu mengoptimalkan potensi ekonominya secara maksimal.

Hingga saat ini, perputaran ekonomi makro di Kalimantan Tengah masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif dan perdagangan besar. Kondisi ini menantang wilayah-wilayah tetangga untuk mengejar ketertinggalan dalam peringkat kemakmuran daerah. Jika ketiga daerah tersebut sukses menjadi ladang uang baru, lantas berada di peringkat berapa daerah Anda saat ini?

Bagikan: