PARINGINLENTERAKALIMANTAAN.NET Ratusan warga Kabupaten Balangan memadati Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Balangan pada Selasa, 23 Juni 2026. Alih-alih urusan hukum, kedatangan masyarakat kali ini adalah untuk mendapatkan pelayanan medis gratis dalam aksi bakti kesehatan yang diinisiasi Polres Balangan bersama Bhayangkari Cabang Balangan.

Langkah nyata di sektor kesehatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus menjadi potret kolaborasi lintas sektor di daerah tersebut.

Polres Balangan awalnya membidik sasaran yang terukur, namun antusiasme warga yang tinggi membuat realisasi di lapangan melonjak drastis. Berdasarkan data akhir kegiatan, tercatat 140 warga mengikuti cek kesehatan gratis, 51 anak mengikuti khitanan massal, dan 53 kantong darah berhasil dikumpulkan melalui aksi donor darah.

Kapolres Balangan, AKBP Dr. Yulianor Abdi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini dirancang agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh lapisan masyarakat terbawah.

“Kami melaksanakan cek kesehatan dan pengobatan gratis dengan target sekitar 100 masyarakat yang bisa kami layani, bahkan kemungkinan jumlahnya bisa lebih sesuai antusiasme masyarakat,” ujar Yulianor pada Selasa (23/6/2026).

Yulianor menambahkan, momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini sengaja diisi dengan agenda yang menyentuh kebutuhan dasar publik.

“Momentum Hari Bhayangkara ini kami manfaatkan untuk memberikan pengabdian nyata kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung,” kata Kapolres menegaskan.

Sentuhan Humanis Bhayangkari dan Gotong Royong Lintas Sektoral

Keberhasilan mobilisasi massa dan pelayanan medis ini tidak lepas dari keterlibatan aktif Bhayangkari Cabang Balangan. Struktur kepengurusan istri anggota polisi ini menerjunkan langsung kader-kader mereka yang memiliki latar belakang profesi medis.

Ketua Bhayangkari Cabang Balangan, Ny. Vina Yulianor Abdi, menjelaskan bahwa keterlibatan anggotanya yang berprofesi sebagai dokter, perawat, hingga bidan menjadi mesin penggerak utama di meja pelayanan kesehatan.

“Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan nyata kepada Bhayangkara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Vina.

Aksi sosial ini juga memotret kerja sama taktis antara TNI, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah instansi vertikal terkait lainnya.

Untuk meringankan beban psikologis anak-anak peserta khitanan massal, panitia memberikan stimulus berupa bingkisan perlengkapan ibadah dan edukasi, yang terdiri dari:

  • Sarung dan baju koko

  • Mushaf Al-Qur’an

  • Paket makanan ringan

Sementara itu, warga yang datang untuk melakukan donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis juga pulang membawa paket sembako sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam aksi kemanusiaan ini.

Melalui pendekatan yang inklusif ini, Polres Balangan berupaya mendefinisikan ulang hari jadi kepolisian dari sekadar seremoni tahunan berbiaya tinggi, menjadi gerakan sosial yang berdampak langsung pada ketahanan kesehatan masyarakat di daerah.

Bagikan: