
BANJARBARU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan langkah taktis untuk meredam gejolak harga pangan menjelang Idul Fitri 1447 H. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazaar Murah yang digelar di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Senin (16/3/2026), warga disuguhi komoditas pokok dengan potongan harga hingga 50 persen.
Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan menekan laju inflasi daerah di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah komitmen nyata dalam melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kegiatan ini bentuk komitmen kami, Pemprov Kalsel, dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga. Mengingat kebutuhan masyarakat yang cenderung meningkat menjelang hari raya,” ujar Syarifuddin saat membuka acara yang didampingi Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, serta jajaran Forkopimda.
Gubernur Muhidin menyoroti fenomena tahunan di mana kenaikan permintaan sering kali dimanfaatkan spekulan untuk mengerek harga. Ia mengingatkan para produsen dan pedagang agar tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Bagi produsen, peningkatan permintaan adalah peluang pasar. Namun di sisi lain, kenaikan harga akan membebani konsumen. Kami ingin berkah Ramadan ini dirasakan semua kalangan,” tambah Gubernur melalui pesan tertulisnya. Ia juga mengimbau warga agar berbelanja secara bijaksana guna menghindari panic buying yang dapat memicu lonjakan harga lebih lanjut.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga sudah memadati lokasi sejak pukul 08.00 WITA. Tak hanya komoditas bersubsidi, antusiasme warga meledak saat mengetahui adanya pembagian sembako gratis dan layanan penukaran uang tunai.
Wati (35), warga Banjarbaru, mengungkapkan kegembiraannya setelah berhasil mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga miring. “Tadi beli ayam satu ekor cuma Rp50.000. Sayur-sayuran juga banyak yang murah. Alhamdulillah, sangat membantu,” ucapnya.
Senada dengan Wati, Mistar (41), warga Sungai Ulin, mengaku terkejut karena selain pasar murah, ia juga menerima paket sembako gratis dari Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin. “Himung banar ulun (senang sekali saya), dikira hanya pasar murah saja, ternyata ada pembagian sembako gratis juga,” tuturnya.
Kepala DPKP Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa GPM kali ini merupakan kolaborasi masif antara SKPD (Dinas Perdagangan, Perikanan, Perkebunan, Koperasi/UKM), Perum Bulog, Bank Indonesia, Bank Kalsel, hingga PT Bangun Banua.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, harganya diskon sampai 50 persen. Bahkan ada yang kita gratiskan untuk warga. Penukaran uang dari perbankan juga tersedia. Intinya, kami ingin masyarakat bergembira menyambut Idul Fitri tanpa terbebani harga pangan,” jelas Syamsir.
Sebagai simbol kepedulian sosial, acara ini juga dirangkai dengan penyerahan paket lebaran secara simbolis kepada pasukan kuning, pasukan hijau, anak yatim, serta penyandang disabilitas. Upaya kolektif ini diharapkan mampu mengamankan psikologi pasar sehingga inflasi di Kalimantan Selatan tetap terkendali hingga pasca-lebaran nanti.(Adpim/lnk)















