PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Kabut duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Murung Raya. Muhammad Abduh, sosok Kepala Sekolah yang dikenal sebagai motor penggerak SDN Desa Dirung Sararong, Kecamatan Barito Tuhup Raya, tutup usia. Kepergiannya meninggalkan celah mendalam tidak hanya bagi institusi pendidikan, tetapi juga bagi denyut sosial masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta, mewakili seluruh jajaran dan tenaga pengajar se-Kabupaten, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sosok pendidik yang dinilai luar biasa tersebut.

Bagi Disdikbud Murung Raya, almarhum bukan sekadar pejabat administratif, melainkan penjaga nilai-nilai luhur pendidikan di lapangan. Putu Suranta menegaskan bahwa loyalitas almarhum merupakan standar tinggi bagi tenaga pengajar lainnya.

“Atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh Guru Tenaga Pengajar se-Kabupaten Murung Raya, kami menyampaikan duka cita yang tulus. Dedikasi, loyalitas, dan ketulusan almarhum dalam menjalankan amanah sebagai pendidik telah menjadi suluh bagi tumbuhnya generasi di Bumi Tana Malai Tolung Lingu,” ujar Putu Suranta kepada awak media, Jumat (10/4/26)

Selama masa baktinya, Muhammad Abduh dikenal mampu meruntuhkan sekat antara sekolah dan masyarakat. Ia berhasil membangun ekosistem belajar yang inklusif dengan merangkul aparatur desa, tokoh masyarakat, hingga orang tua murid.

Rekam jejaknya mencatat karakter yang hangat dan rendah hati, menjadikannya figur pengayom yang disegani. Keberhasilannya merawat kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan di desa menjadi warisan tak benda yang sangat berharga bagi sekolah yang ditinggalkannya.

Kehilangan ini menjadi tantangan berat bagi SDN Desa Dirung Sararong. Pasalnya, peran almarhum dianggap melampaui tugas-tugas rutin. Murid kehilangan figur ayah, sementara guru-guru kehilangan rekan seperjuangan yang militan.

Putu Suranta berharap, nilai-nilai humanis dan cerdas yang telah ditanamkan oleh almarhum dapat dilanjutkan oleh suksesornya nanti. Ia menekankan pentingnya menjaga estafet pengabdian agar cita-cita pendidikan yang telah dirintis tidak terhenti.

“Selamat jalan Muhammad Abduh. Semoga pengabdian dan pengorbananmu selama menjalankan tugas mulia mendapat imbalan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Putu.

Menutup pernyataannya, Putu mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Ia berharap semangat almarhum dalam mencerdaskan kehidupan bangsa terus mengalir melalui kepemimpinan kepala sekolah yang baru di masa depan. (Lkg)

 

Bagikan: