BANJARMASIN – LENTERAKALIMANTAN.NET
Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi pemberdayaan keluarga di Bumi Lambung Mangkurat. Berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, organisasi ini menggelar pelatihan intensif bertajuk “Peningkatan Kapasitas Bagi Kader PKK Dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas.”
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan 100 kader utusan dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya sistematis untuk mempertajam taji kader PKK sebagai ujung tombak perubahan di lapisan masyarakat paling dasar.
Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menegaskan bahwa keberhasilan program kesejahteraan keluarga sangat bergantung pada kualitas individu di lapangan. Ia memandang peningkatan kapasitas ini sebagai modal utama organisasi.
“Pelatihan ini adalah investasi, bukan hanya bagi kader dan organisasi, tetapi juga bagi keluarga-keluarga yang kita dampingi,” ujar Hj. Fathul Jannah saat memberikan sambutan pada Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa manfaat dari program PKK hanya bisa dirasakan secara optimal jika kader memiliki kompetensi yang mumpuni. Oleh karena itu, para peserta didorong untuk terlibat aktif dalam diskusi dan pertukaran pengalaman guna memperkaya strategi implementasi program di daerah masing-masing.
Gerakan PKK saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mencakup aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, ketahanan pangan, hingga isu lingkungan hidup. Menghadapi hal tersebut, Hj. Fathul Jannah mengingatkan pentingnya kolaborasi yang solid di internal organisasi.
“Tidak ada kader yang bisa bekerja sendiri. Semua membutuhkan sinergi agar gerakan PKK semakin kuat dan berdampak luas,” ungkapnya tegas.
Melalui penguatan kapasitas ini, TP PKK Kalsel menargetkan pergeseran peran kader. Mereka diharapkan tidak lagi hanya sekadar menjadi pelaksana teknis kegiatan, tetapi bertransformasi menjadi agen perubahan yang cerdas, adaptif, dan inovatif dalam merespons dinamika sosial di tengah masyarakat.
“Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader PKK dalam mendukung terwujudnya keluarga berkualitas di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(Mckalsel/lenka)












