BANJARBARU — LENTERAKALIMANTAN.NET
Semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini kembali ditekankan sebagai fondasi krusial bagi perempuan di Kalimantan Selatan untuk menghadapi tantangan zaman. Dalam pertemuan rutin yang digelar di Banjarbaru, Kamis (7/5/2026), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan menyerukan agar seluruh anggotanya tidak sekadar menjadi pendamping, tetapi bertransformasi menjadi sosok yang mandiri dan berdaya.
Mengusung tema “Semangat Kartini Masa Kini: Perempuan Banua Berkarya dan Berdaya”, agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ketua DWP Kalsel, Masrupah Syarifuddin, menegaskan bahwa momentum Hari Kartini harus menjadi pemantik bagi istri Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkuat peran mereka dalam pembangunan daerah sekaligus menjaga stabilitas kesejahteraan keluarga.
Menurut Masrupah, sosok Kartini adalah arsitek awal kesetaraan di Indonesia yang dampaknya harus dirasakan nyata di “Bumi Lambung Mangkurat”. Ia menilai Kartini bukan sekadar figur sejarah untuk dikenang, melainkan kompas bagi perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya di berbagai sektor.
”Kartini telah membuka jalan bagi kaum perempuan Indonesia untuk terus berkarya, berdaya, dan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan,” ujar Masrupah dalam sambutannya di Banjarbaru.
DWP Kalsel memandang perempuan memiliki posisi strategis yang multidimensi: sebagai pendidik pertama dalam keluarga (madrasatul ula), tiang penyangga moral, hingga penggerak ekonomi masyarakat. Masrupah menuntut pengurus dan anggota DWP untuk adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas.
“Ayo kita tampil sebagai perempuan cerdas, mandiri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun tetap pula menyadari bahwa kodrat kita sebagai perempuan yang ikut bertanggung jawab mendidik anak, melayani dan menghormati suami, serta menjaga nilai-nilai luhur budaya dan agama,” tegasnya.
Melalui pertemuan ini, terdapat penekanan pada tiga poin utama bagi perempuan Banua:
-
Peningkatan Kapasitas Diri: Terus belajar dan mengasah keterampilan (up-skilling).
-
Kemandirian Ekonomi dan Kreativitas: Mendorong kontribusi nyata di luar peran domestik.
-
Penjaga Nilai: Tetap berpijak pada nilai budaya dan agama di tengah arus modernisasi.
Pertemuan rutin ini ditutup dengan ajakan kolektif untuk memperkuat kebersamaan antaranggota. Dengan penguatan organisasi, DWP Kalsel optimistis para istri ASN mampu menjadi sumber inspirasi bagi seluruh lapisan wanita di Kalimantan Selatan untuk terus berinovasi bagi kemajuan daerah.
(MC Kalsel/lenka)












