TABALONG – LENTERAKALIMANTAN.NET
Polsek Haruai Polres Tabalong mengintensifkan pengawasan program ketahanan pangan lokal dengan menerjunkan personelnya langsung ke lahan pertanian. Langkah ini diambil untuk memastikan perkembangan komoditas jagung pakan hibrida milik Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur di Desa Seradang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, berjalan optimal hingga masa panen tiba.
Pada Rabu (20/5/2026), Kapolsek Haruai Ipda Faizal Rachman, S.H., M.H., menginstruksikan Kanit Intelkam Aiptu Suroso, S.AP, Brigpol Gigih AP, serta Bhabinkamtibmas Brigpol Gusti Rizki untuk meninjau langsung kondisi riil di lapangan. Peninjauan difokuskan pada dua titik lahan milik petani setempat, yakni Yaman dan Sutarman, yang terletak di RT.05 Desa Seradang.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Poktan Sumber Makmur saat ini mengelola lahan produktif seluas kurang lebih 2 hektare dengan status kepemilikan pribadi. Uniknya, para petani menerapkan pola tanam tumpang sisip (intercropping) di antara tegakan pohon kelapa sawit. Untuk urusan benih, mereka mengandalkan bibit jagung pakan hibrida yang diadakan secara swadaya.
Kondisi Eksisting Lahan Pertanian:
Total Luas Lahan: 2 Hektare (Milik Pribadi)
Metode Tanam: Tumpang sisip dengan tanaman kelapa sawit
Sumber Pengairan: Kombinasi tadah hujan dan sistem irigasi
Estimasi Panen: September 2026
Saat pengecekan dilakukan, terdapat perbedaan fase pertumbuhan pada dua lahan yang dipantau. Tanaman jagung di lahan milik Yaman kini telah menginjak usia 15 hari dengan tinggi rata-rata berkisar antara 10 hingga 15 sentimeter. Fisik tanaman terlihat tumbuh subur, merata, dan mulai memasuki fase penguatan batang. Sementara itu, lahan milik Sutarman baru saja memasuki hari pertama setelah proses penanaman (1 HST).
Petugas lapangan melaporkan bahwa pasokan air sejauh ini masih mencukupi berkat dukungan sistem irigasi lokal dan intensitas hujan yang sesuai dengan kalender musim tanam. Jika kondisi mikro-klimat ini terus bertahan, komoditas jagung pakan hibrida ini diproyeksikan siap panen pada September 2026 mendatang.
Pengecekan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari desain besar pendampingan Polri terhadap sektor pertanian dari tahap pratanam hingga pascapanen.
Mewakili Kapolres Tabalong Akbp Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di sektor agraria bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan sekaligus motivasi bagi kelompok tani.
“Melalui pendampingan dan pengecekan rutin seperti ini, diharapkan tanaman jagung pakan yang dikelola masyarakat dapat tumbuh optimal sehingga mampu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani,” ujar Iptu Heri Siswoyo memberikan pernyataan resmi.
Melalui pengawalan ini, Polres Tabalong berharap rantai pasok pakan ternak di tingkat daerah dapat mandiri, sekaligus memperkuat pilar ketahanan pangan nasional dari level desa. (Lkg)






