
BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Universitas Lambung Mangkurat menggelar Pengenalan dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026. Program ini menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kepala DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan KKN Tematik Lingkungan Hidup dirancang untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Kalimantan Selatan sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agent of change yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber, mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, memperkuat peran bank sampah dan TPS3R, serta mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Rahmat di Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, timbulan sampah di Kota Banjarbaru mencapai sekitar 199 ton per hari, sementara Kabupaten Tanah Bumbu sekitar 198 ton per hari. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Sebanyak 534 mahasiswa akan diterjunkan ke Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Bumbu selama 30 hari. Sebelum terjun ke lapangan, para peserta mengikuti pembekalan yang memadukan materi teori dan praktik agar memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan sampah.
Materi yang diberikan meliputi kebijakan pengelolaan sampah berbasis 3R, strategi pengelolaan sampah, metode penghitungan timbulan sampah, hingga kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas pengelolaan sampah, seperti PDU Guntung Paikat, bank sampah, TPS3R, dan TPA Regional Banjarbakula.
“Dengan pembekalan ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman nyata mengenai sistem pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan sehingga mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih efektif,” katanya.
Rahmat juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti pembekalan dengan serius, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta meninggalkan program yang berkelanjutan agar manfaatnya tetap dirasakan setelah KKN berakhir.
Melalui KKN Tematik Lingkungan Hidup 2026, DLH Kalsel berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, integritas, dan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan(mckalsel/lnk).










