BANJARBARU — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Kompleks pembinaan atlet National Paralympic Committee (NPC) Kalimantan Selatan di Landasan Ulin, Banjarbaru, mendadak riuh pada Kamis (9/7/2026) siang. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. M. Syarifuddin, datang meninjau langsung fasilitas yang dibangun secara swadaya tersebut. Tak sekadar seremonial, kunjungan ini menjadi potret nyata bagaimana kemandirian organisasi mampu melahirkan atlet difabel berkelas dunia yang siap berlaga di Jepang pada Oktober mendatang.

Didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Febriadin Hafiz, rombongan pemerintah daerah disambut hangat oleh Ketua NPC Kalsel, Sumansyah, bersama jajaran pelatih dan atlet. Di sana, Sekdaprov berkeliling memeriksa mess atlet, sekretariat, hingga arena latihan. Bahkan, Syarifuddin sempat menjajal busur panahan dan senjata menembak untuk merasakan langsung atmosfer latihan para atlet.

Syarifuddin mengaku takjub dengan konsep pelatnas mini yang dikelola secara mandiri oleh NPC Kalsel. Menurutnya, fasilitas ini adalah bukti sahih dari kesungguhan membina atlet disabilitas.

“Kami sangat bangga ketika diajak Pak Kadis untuk melihat langsung perkomplekan atlet NPC, tadi kami berkesempatan melihat mess atlet, sekretariat hingga tempat latihan. Ini sangat membanggakan karena merupakan hasil kemandirian NPC Kalsel,” ujar Syarifuddin.

Ketajaman pembinaan di kompleks Landasan Ulin ini terbukti lewat torehan prestasi. Berdasarkan laporan, Kalsel secara konsisten mengunci posisi 10 besar dalam ajang paralimpik tingkat nasional.

“Prestasi NPC Kalsel sangat membanggakan. Kita selalu berada di jajaran 10 besar nasional. Bahkan prestasi yang diraih atlet-atlet NPC sangat menonjol dan patut menjadi kebanggaan masyarakat Kalsel,” lanjut Sekdaprov.

Lebih dari itu, momentum ini juga menjadi ajang pelepasan moril bagi sejumlah atlet Kalsel yang dipilih memperkuat kontingen Indonesia di ajang internasional di Jepang, Oktober 2026 nanti.

“Mewakili Indonesia di ajang internasional tentu menjadi kebanggaan yang luar biasa. Mudah-mudahan para atlet kita diberikan kesehatan, kekuatan dan mampu meraih prestasi terbaik sehingga mengharumkan nama bangsa sekaligus Kalimantan Selatan,” tuturnya penuh harap.

Di sela-sela peninjauan arena lempar lembing dan lempar cakram, Syarifuddin mengingatkan pentingnya menjaga ritme disiplin. Baginya, keringat yang menetes di lapangan adalah modal utama. Ia bahkan menyebut pengelolaan mandiri NPC Kalsel layak menjadi percontohan (role model) bagi provinsi lain di Indonesia.

“NPC Kalsel sudah menjadi model secara nasional. Memiliki kompleks pembinaan yang dibangun secara mandiri merupakan pencapaian yang luar biasa. Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong ini terus dipertahankan sehingga NPC Kalsel semakin maju,” pungkas Syarifuddin.

Merespons apresiasi tersebut, Ketua NPCI Kalsel, Sumansyah, mengungkapkan bahwa kehadiran pejabat teras Pemprov merupakan suntikan moral yang krusial bagi para atlet yang tengah ditempa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Syarifuddin beserta jajaran. Kehadiran beliau merupakan bentuk perhatian dan motivasi bagi keluarga besar NPC Kalsel untuk terus bekerja keras membina atlet-atlet disabilitas,” ungkap Sumansyah.

Kendati demikian, Sumansyah menekankan bahwa prestasi dunia tidak bisa lahir dari kerja instan. Ia berharap pemerintah daerah terus memperkuat komitmen kolaborasi agar program pembinaan ini tidak terputus di tengah jalan.

“Dukungan pemerintah selama ini sangat berarti bagi proses pembinaan yang kami jalankan. Kami optimistis, dengan kolaborasi yang terus terjaga, NPC Kalimantan Selatan akan semakin berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang membawa nama baik Banua di berbagai ajang,” tutup Sumansyah.

Kunjungan ini mempertegas komitmen Pemprov Kalsel untuk menyetarakan dukungan fasilitas olahraga bagi penyandang disabilitas, demi menjaga regenerasi atlet berprestasi di panggung internasional.

(Adpim/Lnk)

Bagikan: