Kotabaru – LENTERAKALIMANTAN.NET-

Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengapresiasi kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) selama menjalankan program pengabdian di Kabupaten Kotabaru.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Ekspose Hasil Program KKN-PPM UGM yang digelar di Aula Bamega, Sekretariat Daerah Kabupaten Kotabaru, Sebelimbingan, Selasa (4/8/2026).

Program KKN-PPM UGM dilaksanakan selama kurang lebih enam minggu di Desa Gedambaan dan Desa Tirawan, Kecamatan Pulau Laut Sigam. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan yang menyentuh sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi hingga lingkungan.

Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos., menyampaikan penghargaan kepada seluruh mahasiswa yang telah berkontribusi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.

“Sebentar lagi akan berakhir masa kegiatan KKN-PPM di Kabupaten Kotabaru. Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada adik-adik yang sudah melaksanakan KKN di Kabupaten Kotabaru,” ujarnya.

Menurut Syairi, pengalaman selama berada di tengah masyarakat menjadi bagian penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Ia menilai pengalaman di lapangan memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan dengan teori yang diperoleh di ruang perkuliahan.

“Kegiatan KKN-PPM ini menjadi modal awal bagi adik-adik mahasiswa. Teori di kampus akan berbeda ketika terjun langsung ke lapangan,” katanya.

Selain menjalankan program kerja di desa, mahasiswa KKN-PPM UGM juga turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Salah satunya Festival Budaya Saijaan yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) dan telah masuk dalam kalender event tersebut selama lima tahun berturut-turut.

Syairi mengatakan kehadiran mahasiswa di desa lokasi pengabdian juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Desa Gedambaan dan Desa Tirawan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi sekaligus memberikan kontribusi sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

“Terima kasih kepada adik-adik KKN-PPM UGM atas dedikasi dan pengabdian selama lima puluh hari. Tentu ini memberi kesan bagi masyarakat setempat,” ungkapnya.

Dalam agenda ekspose, Koordinator Unit Sagara Utara, Aryan Duta Ramadhana, memaparkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian.

Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, teknologi tepat guna, pengembangan UMKM, lingkungan, pertanian, serta sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah Sagara Festival sebagai bagian dari rangkaian program KKN-PPM.

Dari hasil pelaksanaan selama kurang lebih enam minggu, mahasiswa KKN-PPM UGM menjalankan 74 program kerja di Desa Gedambaan dan 60 program kerja di Desa Tirawan. Dengan demikian, terdapat sekitar 134 program yang telah direalisasikan di dua desa tersebut.

Rapat koordinasi dan ekspose hasil kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian capaian program, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk memastikan berbagai program yang telah dirintis mahasiswa tetap berjalan setelah masa KKN berakhir.

Pemerintah desa bersama perangkat daerah terkait diharapkan dapat menindaklanjuti program yang dinilai bermanfaat agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat, hasil pengabdian mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kotabaru.

Bagikan: