
BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memacu sektor pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah melalui penyusunan dokumen rencana aksi strategis yang terukur dan kolaboratif.
Langkah ini ditandai dengan kegiatan ekspose pendahuluan penyusunan dokumen rencana aksi pengembangan kepariwisataan yang digelar di Banjarmasin, Selasa (5/5/2026), melibatkan lintas pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, menegaskan penyusunan dokumen ini dilakukan bersama tim ahli dari Universitas Indonesia guna menghasilkan perencanaan yang komprehensif dan aplikatif.
“Hari ini kami mendengarkan paparan awal dari tim Universitas Indonesia. Tujuannya agar seluruh pihak, mulai dari kabupaten/kota, SKPD, hingga mitra seperti PHRI, ASITA, ASPERWI, dan ASTINDO bisa memberikan masukan langsung,” ujarnya.
Iwan mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi Kalsel pada 2025 mencapai 5,2 persen, kontribusi sektor pariwisata masih tergolong rendah, yakni sekitar 0,22 persen. Kondisi ini menjadi dasar perlunya transformasi serius agar sektor pariwisata mampu menjadi tulang punggung ekonomi baru.
Dalam dokumen RPJMD, Pemprov Kalsel menargetkan kontribusi sektor pariwisata melonjak hingga 8,1 persen pada 2029. Target ambisius ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif seperti pertambangan.
“Sektor pariwisata harus menjadi lokomotif baru ekonomi daerah. Dampaknya luas, mulai dari transportasi, perhotelan, kuliner, hingga UMKM,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pariwisata bukan sekadar kunjungan wisatawan, melainkan ekosistem yang mampu menggerakkan berbagai sektor secara simultan.
Melalui rencana aksi strategis ini, Pemprov Kalsel optimistis pariwisata dapat tumbuh sebagai sektor unggulan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan(mckalsel/lnk).














