
BANJARMASIN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Gemerlap pakaian adat Banjar dan aroma harum kuncup melati memenuhi ruang Mahligai Pancasila, Rabu sore (11/03/2026). Di bawah naungan payung kembang melati serba putih, Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, memimpin ratusan pengurus dalam prosesi Khataman Al-Qur’an dan Buka Puasa Bersama 1447 Hijriah.
Bukan sekadar ritual tahunan, agenda bertajuk “Meraih Berkah Ramadhan Dalam Kebersamaan” ini menjadi simbol penguatan karakter keluarga di Banua melalui pendekatan religiusitas dan pelestarian budaya.
Prosesi khataman berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan Surah At-Tin yang dipandu oleh Hj. Nadzifah. Gema ayat suci ini diikuti secara serentak oleh jajaran pengurus Dekranasda Kalsel, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta berbagai organisasi kewanitaan lintas sektor di Kalimantan Selatan.
Hj. Fathul Jannah menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi titik balik bagi kaum perempuan untuk memperkuat pondasi keimanan di lingkup terkecil, yakni keluarga.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi bentuk kecintaan kita terhadap Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan ukhuwah di antara kita semua,” ujar Hj. Fathul Jannah dalam sambutannya.
Beliau menekankan bahwa Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada bacaan, melainkan harus bertransformasi menjadi pedoman hidup (way of life) dalam menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan.
Istri Wakil Gubernur Kalsel ini juga menyelipkan pesan strategis. Ia mendorong seluruh kader PKK untuk tidak pasif dan terus menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Fokus utamanya: pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan, dan pembinaan generasi muda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang I Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kalsel, Hj. Masrupah Syarifuddin, menjelaskan latar belakang sosiologis dari kegiatan ini. Menurutnya, khataman ini adalah bagian dari struktur program pembinaan karakter yang sistematis.
“Ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter keluarga yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan. Kami berharap nilai religius ini tertanam permanen, bukan sekadar musiman,” lapor Hj. Masrupah.(Adpim/lnk)










