BANJARMASIN – LENTERAKALIMANTAN.NET
Program ketahanan pangan nasional mendapatkan sokongan serius dari jajaran Polresta Banjarmasin. Meski terbentur keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, kepolisian setempat mengambil langkah proaktif dengan menggarap lahan pertanian produktif hingga ke Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar untuk memastikan pasokan pangan tetap terjaga.
Program ini kini memasuki fase krusial. Secara rutin, para Kapolsek dan personel di jajaran Polresta Banjarmasin turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan tanaman jagung yang dikelola bersama Kelompok Tani Sumber Makmur di Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Plh. Kapolresta Banjarmasin Kombes. Pol. Timbul R.K. Siregar, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Adi Harry Sucahyo, S.H., menegaskan bahwa monitoring berkala ini krusial untuk memastikan vegetasi tumbuh optimal sekaligus mendeteksi dini kendala di lapangan.
“Personel kami turun langsung ke lahan, berkoordinasi dengan kelompok tani. Sehingga kami dapat mengetahui hambatan serta dapat melaporkan perkembangan hasil tanaman jagung yang sudah kita laksanakan di sana,” ujar Ipda Adi Harry, Kamis (30/4/2026).
Berdasarkan pemantauan terakhir, tanaman jagung di lahan seluas total 18 hektare (terbagi dalam plot masing-masing Polsek seluas 3 hektare) kini telah memasuki fase pertumbuhan yang beragam. Ipda Adi Harry merinci, usia tanaman saat ini bervariasi antara 26 hingga 56 hari. Dengan perkembangan tersebut, panen raya diproyeksikan akan berlangsung pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026 mendatang.
Terkait pemilihan lokasi penanaman yang berada di luar wilayah hukum Kota Banjarmasin, Ipda Adi Harry menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi kendala utama.
“Untuk di Kota Banjarmasin, kita tidak bisa melakukan penanaman jagung berskala besar seperti ini. Jadi, kita tanam di Kabupaten Tanah Laut,” jelasnya.
Selain di Tanah Laut, Polresta Banjarmasin juga memperluas jangkauan program ketahanan pangan ke kawasan KM 17, Gambut, Kabupaten Banjar. Di lokasi ini, mereka mendapatkan dukungan lahan seluas 11 hektare dari Kapolda Kalsel, dengan 5 hektare di antaranya telah ditanami.
Langkah masif ini, menurut Ipda Adi Harry, merupakan wujud nyata kontribusi Polri dalam mengawal program strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. “Ini bagian dari dukungan kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.(*)











