
PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura), H. Barlin, S.E., melontarkan kritik keras terhadap pola penyerapan tenaga kerja di Bumi Tana Malai Tolung Lingu. Ia menegaskan bahwa pelibatan warga lokal dalam aktivitas pembangunan tidak boleh lagi sekadar menjadi instrumen “gotong royong” atau formalitas belaka, melainkan harus masuk ke dalam sistem kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan.
Barlin menekankan bahwa pemerintah daerah dan sektor swasta wajib memberikan peluang yang sehat bagi masyarakat setempat untuk menduduki posisi strategis di berbagai sektor pekerjaan. Hal ini bertujuan agar penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal menjadi mesin penggerak utama pembangunan daerah.
“Berikan peluang yang sehat untuk memastikan warga masyarakat lokal juga memiliki skill, kemampuan, serta tanggung jawab terhadap tugas dan pekerjaan demi membangun daerah sendiri,” tegas Barlin dalam keterangan resminya kepada media baru-baru ini.
Menyitir pesan mendalam dari tokoh almarhum Drs. Simbun Nusa, Barlin mengingatkan sebuah metafora lama yang masih relevan dengan kondisi ekonomi daerah saat ini. Ia menekankan agar kekayaan sumber daya alam Murung Raya benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat setempat.
“Jadilah tuan di negeri kita sendiri. Jangan biarkan rakyat Murung Raya ini bagaikan ayam yang mati kelaparan di dalam lumbung padi,” kutip Barlin. Pesan ini menjadi pemantik bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan potensi daerah tidak hanya dinikmati oleh pihak luar.
Sebagai langkah konkret, Komisi II DPRD Mura mendorong skema kemitraan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Barlin berharap pemerintah dan dunia usaha segera membuka akses yang lebih luas terhadap:
◾Pelatihan dan Sertifikasi: Meningkatkan standar kompetensi pekerja lokal agar kompetitif.
◾Rekrutmen Transparan: Menghilangkan hambatan akses informasi lowongan kerja bagi warga pelosok.
◾Kemandirian Ekonomi: Menciptakan ekosistem kerja yang profesional namun tetap harmonis dengan kearifan lokal.
Menurutnya, pembinaan yang terstruktur akan melahirkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat jati diri daerah. “Ketika warga diberi ruang, diberi bekal, dan diberi kepercayaan, maka Murung Raya akan tumbuh bersama rakyatnya,” pungkas politisi tersebut.(Lkg)










