
PURUK CAHU – LENTERAKALIMANTAN.NET
Estafet kepemimpinan di tingkat desa dan kelurahan bukan sekadar pergantian wajah, melainkan perpindahan tanggung jawab moral yang berat. Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Barlin, S.E., memberikan peringatan keras kepada para pemimpin di wilayah kecamatan hingga desa untuk memegang teguh empat prinsip fundamental dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Patah tumbuh hilang berganti, dari generasi ke generasi berikutnya. Estafet kepemimpinan akan terus berjalan. Karena itu, yang terpilih harus paham tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Barlin saat ditemui di Puruk Cahu, Selasa, 29 April 2026.
Menurut politisi daerah ini, integritas menjadi fondasi utama. Ia menekankan bahwa pemimpin di tingkat tapak adalah wajah negara yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Berikut adalah empat poin krusial yang dipaparkan H. Barlin:
Integritas dan Marwah: Modal sosial terbesar seorang pemimpin adalah kepercayaan publik. Hal ini hanya bisa diraih melalui keteladanan dan konsistensi antara ucapan dan tindakan.
Pelayanan Tanpa Jargon: Barlin menuntut birokrasi desa menjadi lebih solutif dan transparan. “Memberikan pelayanan terbaik itu tugas yang utama,” ujarnya. Ia menekankan agar sikap ramah dan akuntabel menjadi budaya kerja nyata, bukan sekadar hiasan di dinding kantor.
Kesejahteraan Terukur: Program pembangunan tidak boleh asal jalan. Pemimpin wajib memprioritaskan kebutuhan riil warga, mulai dari infrastruktur dasar hingga pemberdayaan ekonomi produktif bagi pemuda dan perempuan.
Etika Lingkungan: Mengingat posisi strategis Murung Raya di Bumi Tana Malai Tolung Lingu, kelestarian alam menjadi harga mati. “Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Kelestarian hutan, kualitas air, dan keseimbangan ekosistem adalah tanggung jawab moral kita bersama,” tambah Barlin.
Barlin mengingatkan bahwa alam Murung Raya adalah titipan, bukan warisan yang bisa dihabiskan. Ia berharap regenerasi kepemimpinan yang terjadi saat ini tetap membawa semangat keberpihakan pada rakyat dan pelestarian lingkungan.
“Pemimpin boleh berganti, tetapi komitmen melayani rakyat dan menjaga alam harus terus tumbuh dan mengakar. Dari situlah Murung Raya yang maju, adil, dan berkelanjutan akan terwujud.”
Penegasan ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat wilayah di Kabupaten Murung Raya bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan dari sejauh mana marwah jabatan dijaga dan kelestarian alam diwariskan kepada generasi mendatang.(Lkg)











