BANJARBARU –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tancap gas memperkuat fondasi layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Pokja I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pemprov Kalsel kini tengah merampungkan Rencana Strategis (Renstra) Posyandu periode 2025–2029.

Langkah ini diambil untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan target nasional, sekaligus memastikan pelayanan dasar menyentuh lapisan masyarakat terbawah secara lebih efektif.

Tenaga Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dr. Ir. Sugiarto Sumas, menegaskan bahwa dokumen strategis ini bukan sekadar rencana administratif. Renstra ini disusun dengan mengacu ketat pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel untuk menjamin implementasi yang presisi di lapangan.

Poin krusial dalam kebijakan ini adalah integrasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) ke dalam wadah Posyandu. Sugiarto memperkenalkan pendekatan khas daerah yang disebut “Posyandu Wasaka”.

“Wasaka merupakan akronim dari wajib dasar enam SPM Kalimantan Selatan. Dengan penerapan enam SPM melalui Posyandu Wasaka, kami berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan dasar yang optimal guna mendongkrak kesejahteraan secara merata,” ujar Sugiarto di Banjarbaru, Kamis, 30 April 2026.

Penyusunan program kerja yang lebih komprehensif ini melibatkan kolaborasi lintas instansi. Fokus utamanya adalah memastikan enam SPM—yang mencakup berbagai layanan dasar krusial—terdistribusi dengan baik melalui jaringan Posyandu.

Menurut Sugiarto, pendekatan ini dirancang agar program kerja Posyandu ke depan lebih luas, sistematis, dan berkelanjutan. Dengan adanya panduan teknis dalam Renstra 2025–2029, pemerintah menargetkan kualitas layanan dasar di Kalimantan Selatan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup warga.

“Kami membahas program kerja yang lebih luas sebagai bagian dari upaya mendukung arah pembangunan daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan implementasi program Posyandu berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.

Langkah strategis ini menandai komitmen Pemprov Kalsel dalam memperkuat peran Posyandu, bukan lagi sekadar sebagai pusat kesehatan ibu dan anak, melainkan sebagai garda terdepan dalam pemenuhan enam standar pelayanan minimal bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. (mckalsel/lnk)

Bagikan: