BANJARMASIN – LENTERAKALIMANTAN.NET
Momentum peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tidak hanya dirayakan dengan seremonial, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi ratusan petarung muda. Kejuaraan Wali Kota Cup Muaythai resmi ditabuh di eks Kawasan Wisata Kuliner (KWK) Banjarmasin, Sabtu (9/5/2026), sebagai upaya strategis menjaring bibit atlet unggul demi mempertahankan supremasi bela diri di Kalimantan Selatan.
Sebanyak 140 peserta dari berbagai penjuru Banjarmasin, bahkan hingga merambah ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, memadati arena. Ajang ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan instrumen penting untuk mempertahankan predikat juara umum yang pernah diraih Banjarmasin pada ajang Porprov di Hulu Sungai Utara.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menekankan bahwa Muaythai adalah perpaduan harmonis antara ketangkasan fisik dan nilai estetika.
“Saya tahu bahwa olahraga Muaythai itu ternyata tidak hanya kuat, tapi juga ada seninya. Penting tentunya kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi bagi seluruh hobi, atlet, dan penggiat Muaythai,” ujar Yamin saat membuka acara.
Ia menegaskan bahwa prestasi yang telah diraih harus menjadi lecutan semangat untuk melangkah lebih jauh. “Tentu prestasi ini harus kita pertahankan dan ke depan kita harus lebih semangat lagi,” tambahnya.
Ketua Muaythai Kalimantan Selatan, Aftahuddin, menjelaskan bahwa fokus utama kejuaraan kali ini adalah atlet usia dini. Peserta yang bertanding mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Langkah ini diambil untuk memastikan regenerasi atlet yang akan mewakili daerah di level provinsi maupun nasional tetap terjaga.
“Dengan adanya Wali Kota Cup ini, anak-anak kita dari tingkat SD, SMP hingga SMA ikut bertanding. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk masuk dalam event olahraga pelajar nantinya,” kata Aftahuddin.
Guna memasyarakatkan olahraga asal Thailand ini, Aftahuddin mengungkapkan rencana ambisius untuk menggelar pertandingan di ruang terbuka (outdoor) dalam beberapa bulan ke depan. Kawasan Siring dan area depan Balai Kota Banjarmasin dibidik menjadi lokasi potensial.
“Pak Wali Kota sangat setuju, agar masyarakat bisa melihat langsung bagaimana pertandingan Muaythai yang sebenarnya, tidak perlu jauh-jauh ke Thailand,” ungkapnya.
Di sisi ring, antusiasme senada disampaikan oleh Krisna, salah satu atlet Muaythai Banjarmasin. Baginya, konsistensi kompetisi adalah kunci utama kematangan seorang petarung.
“Harapannya ini bisa menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan. Dengan adanya pertandingan ini, semoga tercipta bibit atlet baru, menambah jam terbang, dan tentunya meningkatkan prestasi Muaythai Kota Banjarmasin,” pungkas Krisna.
Sumber: Mc Kalsel
Editor: Tim Redaksi













