PURUK CAHU –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, mendesak pemerintah daerah setempat untuk menerjemahkan nilai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 ke dalam kebijakan konkret. Ia menekankan bahwa esensi kebangkitan bangsa saat ini harus diwujudkan melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, bukan sekadar seremonial tahunan.

“Legislasi yang baik lahir dari pemahaman mendalam terhadap kondisi lapangan. Ketika ekonomi kerakyatan tumbuh, maka kesejahteraan yang berkelanjutan bukan lagi wacana,” ujar Johansyah di Puruk Cahu, Rabu, 20 Mei 2026.

Politikus senior ini menilai, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertanian, serta pariwisata di Murung Raya memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Namun, lompatan besar itu hanya bisa terjadi jika pemerintah daerah dan parlemen berani menelurkan regulasi yang berpihak, sekaligus membuka sumbat akses permodalan bagi para pelaku usaha kecil.

Untuk itu, Johansyah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyelaraskan program pembangunan dengan kebutuhan riil di akar rumput. Kolaborasi lintas komisi di DPRD dan kemitraan strategis dengan pelaku usaha lokal dinilai menjadi kunci utama untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendongkrak daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

Peringatan Harkitnas tahun ini, yang mengusung semangat lokal “Mura Jaya, Rakyat Sejahtera”, diharapkan menjadi pemicu lahirnya kebijakan progresif yang berpihak pada rakyat kecil. Menurut Johansyah, nilai kebangkitan yang dicetuskan para pendiri bangsa sejak tahun 1908 silam harus termanifestasi dalam kemandirian ekonomi daerah.

Ia menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh elemen pembuat kebijakan di Murung Raya menjaga sinergi dan bekerja secara profesional. Langkah ini krusial demi mewujudkan Kabupaten Murung Raya yang maju, berkeadilan, dan memiliki daya saing tinggi di tengah tantangan ekonomi global. (Lkg)

Bagikan: