PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET

20 MEI 2026 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Murung Raya membidik momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk merombak total paradigma literasi dan tata kelola arsip daerah. Kepala Dispusip Murung Raya, Ernawati, menegaskan bahwa semangat 20 Mei harus menjadi titik balik transformasi perpustakaan menjadi pusat pembelajaran inklusif yang ramah teknologi, demi mendongkrak daya saing masyarakat di era digital.

Menurut Ernawati, pondasi literasi yang kuat adalah syarat mutlak bagi warga Murung Raya agar tidak tergilas oleh perkembangan zaman. Namun, target tersebut mustahil tercapai tanpa adanya kerja kolaboratif yang masif dari berbagai sektor.

Ia menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas literasi, hingga unit terkecil yaitu keluarga untuk menyalakan minat baca sejak dini.

Di sisi lain, Ernawati juga menyoroti urgensi pengelolaan arsip daerah yang profesional. Baginya, penyelamatan memori kolektif daerah adalah investasi krusial yang akan menjadi bahan pembelajaran serta pijakan kebijakan bagi generasi mendatang.

“Perpustakaan dan arsip bukan sekadar ruang penyimpanan, tetapi ruang tumbuhnya ide, karakter, dan inovasi. Jika dikelola dengan baik, keduanya bisa menjadi penggerak kemajuan sosial dan budaya daerah,” ujar Ernawati menekankan visinya.

Melalui peringatan tahun ini, Dispusip Murung Raya berharap dapat memicu kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan. Output jangka panjang yang dibidik adalah lahirnya generasi pembelajar yang kritis, kreatif, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian sejarah lokal.

(Lkg)

Bagikan: