
BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengintegrasikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 dengan aksi sosial nyata yang menyasar langsung kebutuhan pokok masyarakat. Melalui gelaran Car Free Day (CFD) yang dipadukan dengan Pasar Murah dan Bazar UMKM di Kota Banjarmasin pada Minggu (28/6/2026), korps baju cokelat ini mencoba mengikis sekat dengan warga lewat strategi pemulihan ekonomi kerakyatan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan agenda bertajuk “Polri untuk Masyarakat” ini merupakan langkah konkret kepolisian dalam meringankan beban finansial warga. Di tengah fluktuasi harga pangan, komoditas esensial sengaja dilepas dengan harga miring.
“Kami menyediakan bahan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, dan gula dengan harga di bawah pasar. Ada pula makan gratis yang kami sediakan melalui 25 stan untuk warga yang hadir,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di sela-sela kegiatan, Minggu (28/6/2026).
Selain mengintervensi harga pasar melalui subsidi pangan—termasuk menyalurkan sedikitnya 150 kilogram beras—Polda Kalsel juga menyediakan panggung bagi para pelaku usaha lokal. Langkah ini diambil untuk menstimulus perputaran roda ekonomi hilir di Bumi Banua.
“Tujuan utama kami adalah hadir sebagai sahabat, pelindung, dan mitra sejati bagi masyarakat. Melalui sinergi ini, kami berharap Provinsi Kalimantan Selatan dapat tumbuh menjadi wilayah yang semakin aman, damai, dan sejahtera,” tambah Kapolda.
Secara filosofis, pendekatan persuasif di ruang publik ini dipilih untuk menggeser paradigma penegakan hukum yang kaku menjadi lebih humanis. Kapolda menggarisbawahi bahwa stabilitas kamtibmas mutakhir tidak dapat dicapai melalui pendekatan satu arah.
“Kami berharap adanya kolaborasi dan rasa saling percaya dari seluruh elemen masyarakat. Keamanan tidak bisa dibangun oleh Polri sendirian,” tegasnya.
Agenda yang mengombinasikan olahraga bersama dan pasar rakyat ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah. Di antaranya Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel beserta Wakil Ketua Bhayangkari, Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari Daerah, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalsel, serta perwakilan Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Daerah Kalsel. Kolaborasi multi-sektor ini diharapkan mampu menguatkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan wilayah.












