PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I, mengeluarkan seruan keras bagi generasi muda untuk lebih selektif dalam mengonsumsi dan menyebarkan konten di media sosial. Di tengah arus informasi digital yang kian liar, para “kawula muda” ditantang untuk menjadi benteng pertahanan terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks yang berpotensi memicu kegaduhan publik.

Imanudin menekankan bahwa setiap unggahan di jagat maya bukan sekadar aktivitas pribadi, melainkan memiliki dampak sosial yang luas karena aksesibilitasnya yang tanpa batas.

“Setiap berita dan informasi yang disajikan di medsos mudah diakses oleh banyak orang, sehingga bisa memberikan manfaat yang sebenarnya bagi semua pihak,” ujar Imanudin dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Politikus ini menyoroti bahwa medsos seharusnya menjadi mesin penggerak persatuan, bukan justru menjadi pemicu perpecahan akibat konten yang tidak terverifikasi. Ia mendorong pemuda di Murung Raya untuk tidak asal “klik” dan “bagikan” sebelum memastikan kebenaran data.

Menyikapi fenomena post-truth, Imanudin mengajak anak muda untuk melakukan verifikasi ganda (cross-check) terhadap setiap informasi yang masuk ke gawai mereka. Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam pusaran informasi yang salah, baik sebagai korban maupun tanpa sengaja menjadi pelaku penyebaran.

“Kita harus bijak dan cerdas dalam menggunakan medsos, agar tidak menjadi korban atau pelaku penyebaran informasi yang salah,” tegasnya.

Lebih lanjut, DPRD Murung Raya berharap kesadaran digital ini mampu mentransformasi peran pemuda dari sekadar konsumen konten menjadi agen perubahan (agent of change). Dengan menyaring informasi secara ketat, harmoni sosial di masyarakat diharapkan tetap terjaga.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen pemuda untuk merebut ruang digital dengan narasi-narasi positif. “Mari kita jadikan medsos sebagai alat untuk kebaikan dan kemajuan bersama,” pungkas Imanudin.(Lnkg)

 

Bagikan: