MURUNG RAYA, LENTERAKALIMANTAN.NET–
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya meminta seluruh operator taksi air di Sungai Barito untuk segera memangkas kapasitas muatan kapal. Langkah darurat ini dinilai mendesak guna menghindari kecelakaan pelayaran seiring menyusutnya debit air akibat musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, H. Barlin, S.E., menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang rute Muara Teweh dan Sumber Barito harus menjadi prioritas utama di atas mengejar target keuntungan.
“Musim kemarau membuat sungai kita berbeda. Ada pendangkalan, ada arus yang tidak terduga. Saya mengajak seluruh pengendara untuk bijak: kurangi kapasitas muatan sesuai daya angkut kapal dan anjuran teknis dari Dinas Perhubungan dan Pelayaran Kabupaten Murung Raya,” ujar Barlin saat memberikan imbauan pada Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Barlin, penurunan kapasitas muatan di tengah menyusutnya jalur transportasi air ini bukanlah penghambat roda ekonomi lokal. Sebaliknya, kebijakan tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi sungai.
“Jika kita memaksakan muatan penuh demi keuntungan sesaat, risikonya bisa fatal. Satu kejadian bisa melumpuhkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi sungai bertahun-tahun. Lebih baik kita pelan tapi pasti dan selamat,” jelasnya.
Selain kepada operator, Barlin juga meminta masyarakat pengguna jasa logistik dan transportasi sungai untuk lebih cerdas. Ia mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri naik ke atas kapal yang kondisinya sudah melebihi kapasitas yang ditetapkan demi keselamatan bersama.
Guna memastikan kepatuhan di lapangan, Komisi II DPRD mendorong Dinas Perhubungan dan Pelayaran Kabupaten Murung Raya untuk memperketat pengawasan. Otoritas terkait diminta aktif melakukan edukasi dan dialog langsung dengan para penyedia jasa pelayaran.
“Negara harus hadir dengan regulasi yang jelas dan pendampingan. Sementara masyarakat dan operator harus patuh. Dengan begitu, transportasi sungai kita tidak hanya berfungsi, tapi juga melindungi nyawa manusia,” tegas Barlin.
Melalui sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, operator, dan masyarakat, transportasi Sungai Barito diharapkan tetap mampu menjadi urat nadi perekonomian daerah yang aman, beradab, dan berkelanjutan, sekalipun harus menghadapi tantangan alam musim kemarau.











