PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya resmi menggandeng Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Langkah strategis ini diambil untuk memangkas birokrasi dan mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi warga terdampak bencana yang hingga kini masih menanti kepastian.
Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Murung Raya, Ary Juliastanto, mengonfirmasi bahwa koordinasi intensif dengan pemerintah pusat tersebut dilakukan guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah dan hambatan administratif.
“Kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ary saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (14/7/2026).
Menurut Ary, tanpa adanya sinergi lintas sektor yang kuat, proyek rekonstruksi pascabencana rawan mangkrak di tengah jalan. Oleh karena itu, percepatan realisasi bantuan perumahan dari Kementerian PKP kini menjadi target utama kedinasannya agar masyarakat terdampak bisa segera kembali ke kehidupan normal.
Langkah taktis BPBD ini langsung memantik respons positif dari parlemen. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, S.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif jemput bola yang dilakukan pemerintah daerah. Kendati demikian, ia memberikan catatan kritis terkait akurasi data di lapangan.
“Ini bentuk kehadiran negara yang nyata. Kami di DPRD mengapresiasi langkah cepat BPBD berkoordinasi dengan Kementerian PKP. Masyarakat terdampak bencana tidak bisa menunggu lama. Percepatan rehabilitasi rumah adalah prioritas kemanusiaan,” tegas Tuti Marheni.
Tuti mendesak agar validasi dan sinkronisasi data korban serta usulan bantuan segera dituntaskan. Hal ini krusial agar bantuan finansial maupun material dari pusat tidak tersendat atau salah sasaran.
Melalui kemitraan dengan Kementerian PKP, Pemerintah Kabupaten Murung Raya kini berkomitmen membangun sistem pemulihan yang lebih sistematis. Target akhirnya adalah menghadirkan hunian yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh korban bencana di wilayah tersebut.











