PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Pemerintah Kabupaten Murung Raya tengah memacu persiapan menuju visi “Murung Raya Emas 2030”. Salah satu langkah strategis yang dibidik adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) lewat transformasi tata kelola pendidikan berbasis iman.

Langkah ini ditandai dengan beralihnya tongkat estafet pengelolaan pendidikan dari Kongregasi Kasih Yesus dan Maria, Bunda Pertolongan Baik (KYM) kepada Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Josep (SJMJ), setelah melalui masa transisi di bawah Yayasan Filia Gracia Murung Raya.

Acara serah terima yang berlangsung khidmat di Puruk Cahu pada Sabtu, 4 Juli 2026 ini disaksikan langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, bersama Uskup Palangka Raya, pimpinan kongregasi, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam struktur piramida terbalik, esensi dari peralihan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan keberlanjutan investasi karakter generasi muda. Bupati Heriyus memberikan apresiasi mendalam atas rekam jejak panjang yang ditinggalkan oleh Kongregasi KYM.

“Kontribusi Kongregasi KYM tidak hanya pada pencerdasan anak bangsa. Lebih dari itu, mereka telah membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai iman kepada generasi muda Murung Raya. Ini adalah pondasi penting dalam membangun SDM yang berkualitas,” ujar Heriyus dalam sambutannya.

Heriyus juga memuji peran Yayasan Filia Gracia Murung Raya yang dinilai berhasil menjadi jembatan krusial selama masa transisi, sebelum pengelolaan resmi dipegang oleh Kongregasi SJMJ. Masuknya SJMJ diharapkan mampu menginjeksikan energi baru untuk mendongkrak mutu pendidikan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan sosial di wilayah tersebut.

Bagi Pemerintah Kabupaten Murung Raya, kehadiran lembaga pendidikan berbasis keagamaan merupakan mitra strategis yang linear dengan target jangka panjang daerah. Pemerintah daerah menegaskan tidak akan lepas tangan dan berkomitmen memberikan dukungan penuh.

“Pemerintah Kabupaten Murung Raya berkomitmen penuh mendukung setiap lembaga pendidikan yang berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini sejalan dengan visi kita: Murung Raya Hebat, Semakin Maju, Semakin Sejahtera menuju Murung Raya Emas 2030,” tegas Heriyus.

Di akhir prosesi, Heriyus mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi ini bertumpu pada kolaborasi yang solid, bukan kerja parsial. Ia mendesak adanya sinergi yang berkelanjutan antara gereja, yayasan, pemerintah, dan masyarakat.

“Kita ingin pendidikan di Murung Raya tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berlandaskan nilai kasih, dan kemanusiaan. Dengan sinergi semua pihak, kita pastikan anak-anak Murung Raya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Jurnalis: Suara akar rumput

Bagikan: