TANAH BUMBU – LENTERAKALIMANTAN.NET
Di tengah masifnya transformasi digital, keamanan data kependudukan menjadi pertaruhan utama. Guna memastikan integritas informasi warga, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Selatan resmi memperkuat kapasitas para operator melalui pelatihan TanbuOne BerAKSI di Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (6/5/2026).
Langkah strategis ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan upaya krusial dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) di tingkat daerah. Bertempat di Gedung PKK KAPET Tanah Bumbu, kegiatan ini menyasar puluhan operator dari seluruh kecamatan sebagai garda terdepan pelayanan publik.
Kepala Disdukcapil Provinsi Kalimantan Selatan, Dewi Fuziarti, melalui Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data, Diyah Indirasari, menegaskan bahwa kompetensi operator adalah kunci utama untuk membendung risiko kebocoran data.
“Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan operator memiliki pemahaman yang baik terhadap sistem pelayanan berbasis digital, sekaligus mampu menjaga keamanan data kependudukan,” tegas Diyah di sela kegiatan.
Menurutnya, penerapan SMKI sudah tidak bisa ditawar lagi mengingat tingginya ketergantungan pelayanan publik pada ruang siber. Kepercayaan masyarakat, lanjut Diyah, sangat bergantung pada bagaimana pemerintah mampu melindungi data pribadi mereka.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (6-7 Mei 2026) ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tanah Bumbu, Gento Hariyadi. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menyeragamkan standar pelayanan.
Diyah Indirasari menambahkan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan berdampak langsung pada kecepatan dan akurasi layanan di lapangan.
“Dengan penerapan SMKI, diharapkan seluruh proses pengelolaan data kependudukan dapat terlindungi dengan baik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan Dukcapil terus meningkat,” tambah Diyah.
Melalui skema TanbuOne BerAKSI, para operator diharapkan tidak hanya mahir secara teknis mengoperasikan aplikasi, tetapi juga memiliki mentalitas profesional dalam mengelola data sensitif.
“Semoga melalui kegiatan ini, para operator di Tanah Bumbu dapat semakin meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, sehingga pelayanan administrasi kependudukan dapat berjalan lebih optimal dan berkualitas,” pungkas Diyah.
Penegasan sinergi ini menjadi sinyal kuat bahwa Kalimantan Selatan tengah serius membangun ekosistem digital kependudukan yang tangguh, cepat, dan yang terpenting: aman.(Mckalsel/lenka)












