BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) resmi menyandang status sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan ke-XIII yang akan digelar pada tahun 2029. Keputusan ini diketuk setelah tim verifikasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan menyatakan HSU lolos dan memenuhi seluruh persyaratan kelayakan kelayakan sarana olahraga.
Bupati HSU, H. Sahrujani, menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas mempersiapkan infrastruktur demi menyukseskan pesta olahraga terbesar di Bumi Banua tersebut.
“Kami siap sebagai tuan rumah dan menyukseskan penyelenggaraan Porprov Kalsel XIII,” ujar Sahrujani saat diwawancarai wartawan usai menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Sabtu, 4 Juli 2026.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten HSU akan fokus melakukan perbaikan total terhadap fasilitas olahraga yang dinilai masih kurang. Sahrujani menjanjikan pembenahan ini akan rampung dalam dua tahun anggaran ke depan, merujuk pada catatan dan rekomendasi yang diberikan oleh tim verifikasi KONI Kalsel.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pemkab HSU membidik dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal melalui pembangunan infrastruktur ini.
“Sarana prasarananya dulu kami lengkapi agar ada multiplier effect dari pelaksanaan Porprov Kalsel itu. Semua sarana akan kami benahi. Semua hasil verifikasi apa yang kurang akan kami penuhi di dalam dua tahun anggaran ini,” tegas Sahrujani.
Menariknya, di tengah gengsi antar-kabupaten yang biasanya mencuat dalam Porprov, HSU justru memilih jalan antipolitisasi prestasi. Sahrujani secara terbuka menyatakan bahwa daerahnya tidak memasang target muluk untuk keluar sebagai juara umum. Fokus utama HSU dalam sisa waktu menjelang 2029 adalah pembinaan atlet lokal secara organik dan berkelanjutan.
“Kami pun juga tidak berambisi sebagai juara umum. Tetapi kami berusaha selama dua tahun terus menyiapkan atlet, walaupun daerah lain juga berusaha membina atletnya,” tuturnya.
Demi menjaga marwah pembinaan, Sahrujani menggaransi bahwa HSU mengharamkan penggunaan jasa atlet dari luar daerah (atlet “impor”) hanya demi memburu medali. Ia memastikan seluruh kontingen HSU nantinya murni diisi oleh putra-putri daerah hasil binaan mandiri.
“Kami selaku Bupati akan memastikan pelaksanaan ini sukses agar bibit-bibit atlet itu datang dari Kalsel, khususnya dari HSU,” ia memungkasi.
Selain diproyeksikan menjadi panggung pembuktian kapasitas HSU sebagai penyelenggara, Porprov Kalsel XIII 2029 diharapkan menjadi katalisator penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur olahraga dan penggenjot roda ekonomi masyarakat di Hulu Sungai Utara.











