BANJARBARU LENTERAKKALIMANTAN.NET

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menggelar edukasi pengurangan risiko bencana bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) MP 20 Banjarbaru yang berada di Sentra Budi Luhur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan pengelola sekolah dalam menghadapi potensi bencana, terutama kebakaran dan gempa bumi.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik, serta pengelola asrama.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan M. Farhanie melalui Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi, mengatakan edukasi ini penting mengingat para siswa tinggal di lingkungan asrama selama 24 jam.
“Anak-anak di Sekolah Rakyat ini berada di lingkungan asrama selama 24 jam, sehingga penting bagi mereka untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana, baik bencana alam seperti gempa bumi maupun bencana sosial seperti kebakaran,” ujar Achmadi di Banjarbaru.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, serta prosedur keselamatan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Dinas Sosial juga telah memasang berbagai rambu evakuasi di lingkungan sekolah, termasuk penanda yang dapat terlihat dalam kondisi gelap sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi terkait potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena Godzilla El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Kami juga mengingatkan agar tidak menggunakan perangkat listrik dengan kualitas rendah yang berpotensi memicu kebakaran, serta pentingnya segera menyelamatkan diri tanpa kembali mengambil barang saat kondisi darurat,” tambahnya.
Achmadi menekankan pentingnya kesiapsiagaan melalui penyediaan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti obat-obatan, dokumen penting, senter, serta perlengkapan darurat lainnya.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru, wali asrama, petugas keamanan, hingga tenaga pendukung seperti juru masak dan petugas kebersihan. Hal ini dilakukan agar seluruh elemen di lingkungan sekolah memiliki pemahaman yang sama dalam penanganan bencana.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan binaan Kementerian Sosial sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab Dinas Sosial dalam pembinaan dan penguatan kapasitas masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tagana Masuk Sekolah yang kami laksanakan secara berkelanjutan. Setelah ini, kami juga akan melanjutkan kegiatan serupa di SR lainnya, termasuk SR 56 di kawasan BLK Banjarbaru,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh peserta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana serta mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika terjadi situasi darurat(mckalsel/lnk).

Bagikan: