
BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan (Disperin Kalsel) mengusung tema hilirisasi produk lokal dalam Kalsel Expo 2026 sebagai upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM). Langkah ini sekaligus mendukung arahan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, mengatakan Kalsel Expo menjadi momentum strategis bagi UMKM dan IKM untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus menampilkan hasil hilirisasi komoditas lokal.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan Kalsel Expo 2026 karena ini menjadi kesempatan bagi UMKM dan IKM untuk menunjukkan kualitas produknya. Tema hilirisasi yang kami usung selaras dengan arahan Bapak Gubernur agar komoditas lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sebesar 8,1 persen,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, Disperin akan melibatkan UMKM dan IKM unggulan dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Salah satu produk yang menjadi fokus promosi adalah pisang Tundang, komoditas endemik Kabupaten Tanah Laut yang akan ditampilkan dalam berbagai produk olahan.
“Tahun ini kami mengangkat pisang Tundang, pisang endemik Tanah Laut. Yang kami tampilkan bukan hanya buahnya, tetapi hasil hilirisasinya seperti keripik, kue, dan berbagai olahan lainnya. Harapannya, UMKM dan IKM dapat melihat bahwa komoditas lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” katanya.
Selain stan Disperin, Dekranasda Kalimantan Selatan juga akan menampilkan berbagai produk unggulan hasil pembinaan, seperti kain sasirangan, kerajinan berbahan limbah kayu ulin, hingga produk kitchen set dari kayu ulin daur ulang.
Disperin turut menghadirkan hasil inovasi Balai Industri Kayu dan Balai Industri Logam berupa furnitur, kursi taman, mesin pencacah bawang, hingga mesin penanam benih (rice planter) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan teknologi tepat guna bagi pelaku industri.
Untuk memperkuat pembinaan pelaku usaha, Disperin juga membuka Pojok Konsultasi Industri yang menyediakan layanan informasi mengenai sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), legalitas usaha, serta berbagai program pembinaan industri.
“Kami ingin UMKM dan IKM tidak hanya memamerkan produknya, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan informasi yang dapat membantu mereka berkembang. Melalui pojok konsultasi ini, pelaku usaha dapat berkonsultasi mengenai sertifikasi halal, NIB, maupun berbagai layanan pembinaan yang tersedia di Dinas Perindustrian,” tutur Miftahul.
Melalui partisipasi tersebut, Disperin Kalimantan Selatan berharap Kalsel Expo 2026 menjadi ajang yang mempercepat kemajuan UMKM dan IKM, memperkuat hilirisasi produk unggulan daerah, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing industri lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan(mckalsel/lnk).





