KALSEL LENTERAKKALIMANTAN.NET

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet binaan Special Olympics Indonesia Kalimantan Selatan. Dua perwakilan Banua dipastikan akan mewakili Indonesia dalam Kongres Atlet Regional Asia Pasifik yang dijadwalkan berlangsung pada 2–6 Agustus 2026 di Singapura.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan melalui Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Muhammad Anugrah mengatakan pihaknya telah menerima informasi resmi dari SOIna Kalsel terkait penunjukan tersebut.

“Dua orang perwakilan dari SOIna Kalimantan Selatan, yaitu Saudari Mufrida sebagai athlete leader dan Kamilah sebagai mentor, akan menjadi bagian dari delegasi Indonesia,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Indonesia akan mengirimkan enam peserta yang terdiri dari tiga pasang perwakilan dari berbagai provinsi. Salah satu pasangan berasal dari Kalimantan Selatan, menandakan peran strategis daerah dalam pembinaan atlet SOIna di tingkat nasional.

Anugrah menjelaskan kongres tersebut bukan merupakan ajang kompetisi, melainkan forum pertemuan atlet untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman di tingkat Asia Pasifik.

“Ini bukan pertandingan, tetapi kongres. Di sana para atlet akan bertemu dengan perwakilan dari berbagai negara, berdiskusi, serta membahas berbagai hal teknis terkait pengembangan SOIna ke depan,” jelasnya.

Terkait pembiayaan, perjalanan dari Jakarta menuju Singapura akan ditanggung oleh SOIna pusat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dispora akan memfasilitasi keberangkatan atlet dari Banjarmasin menuju Jakarta.

Keikutsertaan dua atlet tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan SOIna di Kalimantan Selatan termasuk yang terbaik di Indonesia. Hal ini juga diperkuat dengan rekam jejak atlet SOIna Kalsel yang kerap tampil di ajang internasional, termasuk di Jerman dan Winter Games sebelumnya.

“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Kalimantan Selatan kembali dipercaya untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional,” tambahnya.

Dispora Kalsel berharap para atlet dapat membawa pulang pengalaman dan wawasan baru yang dapat mendukung pengembangan olahraga disabilitas di daerah.

“Sepulang dari kegiatan nanti, kita akan meminta laporan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan ke depan,” pungkasnya(mckalsel/lnk).

Bagikan: