BANJARMASIN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Gerbang masuk Kalimantan Selatan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin diperketat. Sejumlah truk muatan yang baru saja turun dari ramp door KM Dharma Rucitra 1 tak luput dari pemeriksaan intensif dalam Operasi Patuh Karantina 2026, Jumat (13/3/2024).

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan berlapis terhadap lalu lintas media pembawa wajib periksa karantina. Personel Polsek Kawasan Pelabuhan dan Laut (KPL) Banjarmasin bersinergi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalsel untuk memastikan tidak ada “penumpang gelap” berupa satwa atau tumbuhan tanpa dokumen resmi yang menyelinap masuk maupun keluar Bumi Lambung Mangkurat.

Operasi yang berlangsung di Dermaga Pelabuhan Trisakti, Jalan Barito Hilir, ini melibatkan kekuatan penuh lintas instansi. Selain kepolisian dan petugas karantina, tampak hadir personel TNI AL Banjarmasin, KSOP Kelas I Banjarmasin, Dinas Polhut/BKSDA Kalsel, hingga satuan pengamanan PT Pelindo.

Target utama operasi adalah truk-truk logistik yang datang dari Surabaya maupun yang akan bertolak meninggalkan Kalimantan Selatan. Petugas memeriksa satu per satu manifes muatan guna mencocokkannya dengan kondisi riil di lapangan.

Kegiatan ini bukan tanpa dasar. Operasi Patuh Terpadu 2026 merupakan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Pihak otoritas menegaskan bahwa pengawasan ketat ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi penyelundupan satwa dilindungi, ikan, serta produk tumbuhan yang tidak dilengkapi dokumen resmi (sertifikat kesehatan). Keberadaan komoditas ilegal ini dinilai berisiko membawa hama penyakit yang dapat mengancam kelestarian hayati di wilayah Kalsel.

 

Bagikan: