BANJARMASIN – LENTERAKALIMANTAN.NET
Cara Kepolisian RI menangani massa di lapangan tengah dibedah secara ilmiah. Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menyambangi Polresta Banjarmasin pada Rabu, 6 Mei 2026, untuk melakukan riset mendalam mengenai penanganan unjuk rasa guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.
Langkah ini diambil untuk memetakan dinamika penyampaian pendapat di muka umum sekaligus mengevaluasi peran Polri agar lebih proporsional dan profesional. Ketua Tim Puslitbang Polri, Kombes Pol. Saefudin Mohammad, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan menyerap saran dan kritik langsung dari berbagai elemen sebagai basis kebijakan baru.
“Saran dan pendapat yang disampaikan sangat diperlukan untuk data dan kajian ilmiah serta gambaran sebagai dasar pengambilan kebijakan pimpinan Polri,” ujar Kombes Saefudin di Aula Mathilda Batlayeri, Rabu.
Puslitbang Polri tidak hanya mengandalkan data internal. Penelitian ini secara khusus melibatkan spektrum masyarakat yang luas untuk mendapatkan perspektif objektif. Selain wawancara mendalam, tim menyebar kuesioner kepada responden yang terdiri dari unsur pemerintahan, akademisi, hingga aktivis lapangan.
Partisipan eksternal yang dilibatkan mencakup perwakilan Satpol PP, Kesbangpol, tokoh adat, dan mahasiswa. Bahkan, suara dari kelompok rentan gesekan seperti LSM, komunitas ojek online (Ojol), hingga serikat buruh turut diambil untuk memperkaya basis data.
“Dari kajian saran pendapat ini kami dapat menemukan konsep kebijakan ataupun aturan guna pelaksanaan tugas Polri yang semakin baik,” tutur Saefudin. Ia menambahkan bahwa hasil riset ini nantinya akan dikonversi menjadi rekomendasi strategis untuk pengembangan organisasi dan peningkatan profesionalisme anggota di lapangan.
Kehadiran Tim Puslitbang disambut oleh Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Arwin Amrih Wientama, S.H., S.I.K., M.H., yang mewakili Plh. Kapolresta Kombes Pol. Timbul R.K. Siregar. Sejumlah pejabat utama dan personel lintas satuan turut hadir untuk memberikan masukan internal terkait kendala teknis penanganan demonstrasi.
Harapan besarnya, riset ini mampu mengidentifikasi akar permasalahan dalam pengamanan unjuk rasa yang selama ini kerap menjadi sorotan publik. Dengan data yang akurat, Polri menargetkan adanya peningkatan efektivitas tugas yang lebih humanis namun tetap tegas dalam menjaga ketertiban umum.
“Tentunya hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja, pelayanan, serta efektivitas tugas kepolisian di lapangan,” pungkas Kombes Saefudin.
Data Ringkas Penelitian:
-
Objek: Penanganan Unjuk Rasa & Kamtibmas.
-
Lokasi: Polresta Banjarmasin.
-
Subjek Riset: Personel Polri, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa, Buruh, LSM, dan Ojol.
-
Output: Rekomendasi kebijakan strategis Kapolri.













