PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET –
Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kabupaten Murung Raya menggandeng Perum Bulog menggelar Operasi Pasar Murah di halaman Kantor DiskopUKMPerindag pada Senin, 8 Juni 2026. Langkah darurat ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat Puruk Cahu yang kian terhimpit oleh tekanan inflasi.
Pemerintah daerah mengintervensi pasar dengan memangkas harga paket sembako secara drastis. Paket kebutuhan pokok yang di pasaran menyentuh harga normal Rp208.000, dipangkas hingga 75 persen dan dijual kepada warga hanya seharga Rp52.000 per paket.
Kepala DiskopUKMPerindag Murung Raya, Roy Chandra, S.IP., M.Si, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi warga, khususnya di Kota Puruk Cahu.
“Melalui kegiatan ini kami berupaya mengurangi dampak inflasi yang saat ini cukup dirasakan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama Bulog menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Roy Chandra di lokasi kegiatan, Senin (8/6/2026).
Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan sedikitnya 150 paket sembako bersubsidi. Setiap paket tersebut berisi:
-
Beras seberat 10 kilogram
-
Minyak goreng kemasan 1 liter
-
Gula pasir sebanyak 1 kilogram
Tak hanya paket sembako, Perum Bulog juga menggelontorkan 600 liter minyak goreng bersubsidi merek Minyakita. Komoditas ini dijual ketat sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Roy Chandra berharap operasi pasar murah ini tidak sekadar menjadi bantuan sementara, melainkan instrumen efektif untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan makro di daerah. Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan program yang berpihak pada rakyat kecil di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Pemerintah daerah akan terus menghadirkan program yang berpihak kepada masyarakat untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Roy.
Berdasarkan pantauan di lapangan, agenda ini mendapat sambutan masif dari warga setempat. Masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan momentum tersebut untuk mengamankan kebutuhan pokok mereka di bawah harga standar pasar nasional.











