
BANJARBARU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pengelola UPTD Kebun Raya Banua resmi memberlakukan kebijakan baru terkait akses masuk kawasan per 1 April 2026. Gerbang utama yang selama ini menjadi titik masuk utama kini ditutup bagi publik, dan seluruh alur kunjungan dialihkan melalui Gerbang Utara. Langkah strategis ini diambil guna mengurai kemacetan internal dan meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto, mengungkapkan bahwa pemindahan ini bukan sekadar teknis, melainkan respons langsung terhadap aspirasi masyarakat. Penggunaan pintu utara dinilai lebih efektif dalam memangkas waktu tunggu pengunjung yang selama ini terkendala urusan transportasi di dalam kawasan.
“Perubahan ini kami lakukan berdasarkan saran dari masyarakat yang sebelumnya juga pernah merasakan akses dari pintu utara. Kami melihat ini menjadi solusi yang lebih baik untuk mendukung kelancaran kunjungan,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi di Banjarbaru, Jumat (10/4/2026).
Masalah klasik yang selama ini menghantui Kebun Raya Banua adalah keterbatasan armada bus pengumpan. Pada hari libur, penumpukan pengunjung di gerbang utama sering terjadi karena ketimpangan antara jumlah wisatawan dengan kapasitas angkutan internal.
Dengan dialihkannya pintu masuk ke sisi utara, ketergantungan terhadap bus dapat diminimalisir. Pengunjung kini memiliki akses yang lebih fleksibel untuk menjelajahi zona-zona favorit tanpa harus terjebak antrean panjang.
“Kendala kita memang ada pada keterbatasan armada. Beberapa kali terjadi penumpukan pengunjung yang menunggu bus. Dengan akses dari gerbang utara, pengunjung dapat lebih leluasa menikmati kawasan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada transportasi internal,” jelas Rahmat secara lugas.
Meski akses pintu masuk berpindah, pengelola tetap menyediakan layanan opsional bagi pengunjung yang ingin tetap menggunakan transportasi menuju area inti. Pihak pengelola menawarkan paket wisata khusus dari area utara seharga Rp5.000 per orang.
Menariknya, biaya tersebut bukan sekadar tarif angkutan. Rahmat menambahkan bahwa harga tersebut sudah mencakup fasilitas tambahan yang edukatif.
“Dengan biaya tersebut, pengunjung tidak hanya mendapatkan layanan transportasi, tetapi juga sudah termasuk retribusi masuk ke Museum Nature Exhibition yang ada di kawasan Kebun Raya Banua,” tambahnya.
Museum tersebut merupakan salah satu magnet utama di Kebun Raya Banua yang menyajikan data visual keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup secara interaktif. Lewat kebijakan terintegrasi ini, UPTD Kebun Raya Banua optimistis kualitas layanan dan nilai edukasi bagi warga Kalimantan Selatan akan meningkat signifikan.(mckalsel/lenka)















