
BANJARMASIN – LENTERAKALIMANTAN.NET
Di bawah temaram lampu Gedung Candra, Banjarmasin, Sabtu sore (7/3), aroma kekeluargaan menyelimuti pertemuan ratusan perantau asal Bumi Saraba Kawa. Namun, di balik agenda buka puasa bersama yang digelar Kerukunan Keluarga Tabalong (KKT) tersebut, terselip pesan ambisius mengenai masa depan Kabupaten Tabalong sebagai serambi depan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bupati Tabalong Ir.H.Muhammad Noor Rifani S.H., S.T.,M.T, dalam sambutannya di hadapan ratusan anggota KKT yang memenuhi gedung Candra Banjarmasin, menegaskan bahwa wilayahnya tidak lagi sekadar kabupaten penunjang di Kalimantan Selatan, melainkan pemain kunci dalam peta ekonomi nasional.
“Tabalong bukan hanya sekadar kabupaten di Kalsel, tapi akan menjadi pintu gerbang dan garda terdepan menuju IKN. Kami ingin Tabalong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya di hadapan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat Tabalong.
Menyadari posisi strategis tersebut, Menurutnya Pemerintah Kabupaten Tabalong tancap gas dengan serangkaian program akselerasi. Di sektor tata kelola wilayah, Bupati memaparkan implementasi Smart Village melalui program “Satu Desa Satu WiFi”. Langkah ini bukan sekadar penyediaan akses internet, melainkan integrasi sistem keamanan dan literasi digital.
“Kami membangun E-Library hanya dengan scan barcode dan menyiapkan UMKM agar bisa bertransaksi secara digital melalui QRIS hingga ke desa-desa. Kami juga memasang CCTV yang terhubung ke Command Center untuk memantau seluruh wilayah,” kata Bupati menjelaskan transformasi birokrasi berbasis teknologi.
Sisi humanis dan pembangunan karakter juga menjadi sorotan. Pemkab Tabalong menargetkan pencetakan 15.000 tenaga terampil melalui program magang di 15 perusahaan besar. Di sektor pendidikan formal, standar internasional mulai dipatok dengan menyiapkan sekolah rujukan Google.
Tak tanggung-tanggung, Bupati mengungkapkan komitmennya untuk mengirim putra-putri daerah ke kancah global. “Kami menyiapkan program 1.000 sarjana dan beasiswa ke luar negeri. Kami sudah menjalin komunikasi dengan Universitas Al-Azhar di Mesir dan Yaman,” tuturnya.
Salah satu poin krusial dalam mempercepat arus ekonomi adalah operasional Bandara Warukin. Pasca-resmi diserahkan kepada Pemkab, langkah negosiasi dengan maskapai penerbangan kini sedang berjalan.
“Insyaallah dalam beberapa minggu ini kami bernegosiasi agar segera operasional. Tahun depan rencananya landasan pacu akan diperpanjang agar pesawat jet bisa langsung mendarat di Tabalong,” tambahnya, disambut antusiasme hadirin.
Bupati juga memaparkan Selain infrastruktur fisik, penguatan nilai religius tetap menjadi fondasi. Mulai tahun 2025, Pemkab mengambil kebijakan progresif dengan menggratiskan biaya listrik untuk seluruh musala dan memberikan insentif bagi kaum masjid. Aturan penghentian aktivitas perkantoran menjelang waktu salat fardu juga mulai diterapkan untuk mendorong suasana kerja yang religius.
Menutup sambutannya, Bupati Tabalong menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan DPRD dan masyarakat selama satu tahun masa kepemimpinannya. Meski mengakui masih ada harapan warga yang belum terealisasi sepenuhnya, ia optimistis visi membangun “Banua Saraba Kawa” akan terwujud melalui kolaborasi.
“Capaian-capaian sudah mulai terlihat. Kami memohon doa dan dukungan agar kami dan Pemerintah Kabupaten Tabalong diberikan kekuatan untuk mengemban amanah ini dengan istiqomah,” pungkasnya.(Lnk)










