TABALONGLENTERAKKALIMANTAN.NET
Di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu, semangat mewujudkan kemandirian pangan terus dipacu dari akar rumput. Polsek Muara Harus bersinergi dengan Kelompok Tani Teluk Unggang melakukan penanaman jagung pakan serentak Kuartal II di Desa Padangin RT 05, Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong, pada Senin pagi (27/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret daerah dalam menyokong target nasional Swasembada Pangan 2026.

Penanaman dilakukan di atas lahan seluas satu hektar dengan mengandalkan pola tugal—metode tradisional yang tetap efektif setelah lahan diolah menggunakan traktor. Komoditas yang dipilih adalah jagung pakan, yang diproyeksikan akan memasuki masa panen pada Juli 2026 mendatang.

Meski antusiasme tinggi, para petani di Desa Padangin masih menghadapi tantangan klasik: ketergantungan pada air hujan (tadah hujan) dan sistem penyiraman manual.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, mulai dari Camat Muara Harus Rudi Noor Erwan, S.Sos., M.Si., hingga perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Tabalong, H. Hafid. Turut hadir Kanit Binmas AIPTU Suprapto yang mewakili Kapolsek Muara Harus IPTU Abdul Gani, S.E., serta aparatur desa setempat.

Koordinator PBB Kecamatan Muara Harus, H. Hermansyah, bersama PPL Desa Padangin, M. Rizani, turut memberikan pendampingan teknis guna memastikan proses penanaman sesuai standar agronomi, meskipun ancaman hama masih menjadi variabel yang perlu diawasi ketat.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam sektor pertanian adalah manifestasi dari fungsi Polri sebagai mitra strategis pemerintah.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif mendukung program strategis pemerintah, termasuk di sektor pertanian guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas IPTU Heri Siswoyo.

Meski kegiatan berjalan aman dan kondusif, catatan merah tetap ada pada aspek infrastruktur pengairan. Ketergantungan pada curah hujan menuntut adanya inovasi manajemen air ke depannya agar target panen Juli 2026 tidak terhambat oleh faktor cuaca ekstrem. Kerjasama antara kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Tabalong untuk mengoptimalkan lahan tidur mereka.

 

Bagikan: