TABALONGLENTERAKALIMANTAN.NET Langkah nyata menuju swasembada pangan nasional terus digenjot di tingkat akar rumput. Polsek Banua Lawas bersama Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rezeki resmi memulai gerakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Aksi penanaman ini dipusatkan di Desa Batang Banyu, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, pada Senin (25/5/2026) pagi.

Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk dukungan riil terhadap program ketahanan pangan pemerintah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan jagung pakan nasional tahun ini.

Aksi simbolis penanaman di atas lahan seluas satu hektar ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah. Tampak di lokasi Camat Banua Lawas Arianto, S.STP., M.M., Kapolsek Banua Lawas IPTU Gigih Sutanto, Bhabinkamtibmas Bripka Dwi Sasmito, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, aparat desa, serta Ketua Poktan Sumber Rezeki, Tajudin, yang memimpin langsung para anggotanya.

Dalam proyek percontohan ini, sebanyak 3 kilogram bibit jagung hibrida varietas Titian 19 ditanam secara manual menggunakan metode tugal. Proyeksi optimis menunjukkan komoditas ini akan siap memasuki masa panen raya pada September 2026 mendatang.

Meski sarat optimisme, komitmen ini dihadapkan pada realitas sarana pertanian yang masih tradisional. Pengelolaan lapangan yang dimonitor langsung oleh Poktan Sumber Rezeki dan Polsek Banua Lawas mencatat sejumlah rapor merah infrastruktur yang berpotensi menjegal produktivitas.

Tantangan utama bertumpu pada sistem pengairan yang sepenuhnya masih mengandalkan tadah hujan dan penyiraman manual. Kondisi ini menempatkan tanaman jagung dalam risiko tinggi mengalami kekeringan ekstrem jika kemarau panjang tiba.

Selain itu, distribusi air yang tidak merata akibat penyiraman manual juga mengancam keseragaman pertumbuhan tanaman, di samping menyedot tenaga kerja dan waktu yang masif. Tak hanya air, para petani kini juga harus memperketat pengawasan terhadap ancaman hama yang mengintai tanaman hibrida tersebut.

Menanggapi dinamika di lapangan, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Korps Bhayangkara di sektor pertanian bukan sekadar seremonial, melainkan intervensi strategis.

“Polri melalui jajaran Polsek terus mendukung program swasembada pangan nasional dengan bersinergi bersama kelompok tani dan instansi terkait. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tabalong,” ujar IPTU Heri Siswoyo tegas.

Kini, keberhasilan target panen September nanti akan sangat bergantung pada konsistensi mitigasi cuaca dan pengawalan ketat para bhabinkamtibmas bersama penyuluh pertanian di lapangan. (*)

Bagikan: