PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET

Kekhawatiran akan pudarnya nilai kebersamaan di tengah arus modernisasi mendorong Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Barlin, S.E., menyerukan revitalisasi budaya gotong royong di Bumi Tana Malai Tolung Lingu. Barlin menekankan pentingnya filosofi lokal “Tira Tangka Balang” sebagai modal utama untuk menjaga persaudaraan dan mempercepat akselerasi pembangunan daerah.

“Gotong royong adalah kerja bakti sosial budaya yang mengakar dalam kehidupan masyarakat kita. Dengan semangat Tira Tangka Balang, mari kita rawat kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan sebagai modal utama membangun Murung Raya,” ujar Barlin dalam keterangannya, Minggu, 4 Mei 2026.

Sebagai legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Barlin menyoroti bahwa Tira Tangka Balang bukan sekadar jargon, melainkan filosofi hidup masyarakat Dayak Murung Raya yang mengajarkan nilai tolong-menolong tanpa pamrih. Menurutnya, warisan leluhur ini terbukti efektif dalam memecahkan masalah keseharian masyarakat.

“Budaya ini mengajarkan kita memikul beban bersama. Jalan desa bersih, rumah ibadah terawat, ladang dibuka, hingga penanganan musibah, semua selesai karena gotong royong. Nilai ini jangan sampai luntur oleh zaman,” tegas Barlin.

 Memposisikan diri sebagai mitra pemerintah di bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat, Barlin mendorong agar setiap program pembangunan daerah tidak bersifat sentralistik. Ia mendesak pemerintah untuk menempatkan partisipasi warga sebagai kunci efektivitas kebijakan.

“Anggaran desa, infrastruktur, kebersihan lingkungan, hingga ketahanan pangan akan jauh lebih efektif jika dikerjakan bersama. Pemerintah memfasilitasi, rakyat bergerak. Hasilnya, rasa memiliki terhadap pembangunan akan tumbuh kuat,” jelasnya.

Barlin juga menguraikan strategi implementasi gerakan ini. Ia meminta pemerintah daerah, kepala desa, tokoh adat, hingga sektor swasta untuk menumbuhkan kembali tradisi ini secara sistematis. Ia mengusulkan agar agenda kerja bakti seperti Jumat Bersih, Sabtu Budaya, dan Minggu Sehat kembali digalakkan.

“Perusahaan yang beroperasi di Murung Raya wajib hadir dalam kerja bakti lingkungan. Begitu pula sekolah, harus menjadikan gotong royong sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Barlin optimistis bahwa penguatan kembali Tira Tangka Balang akan berdampak pada stabilitas sosial di Murung Raya. Ia menilai, ketika pekerjaan berat ditanggung bersama, hambatan sosial akan lebih mudah terurai, dan persaudaraan akan semakin kokoh.

“Tira Tangka Balang adalah ikatan batin kita sebagai warga Bumi Tana Malai Tolung Lingu. Mari hidupkan kembali budaya ini demi Murung Raya yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.(Lkg)


Bagikan: