
TABALONG – LENTERAKALIMANTAN.NET
Perselisihan antara dua orang ibu di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang dipicu oleh konflik antaranak di media sosial, berakhir dengan perdamaian. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan setelah dimediasi oleh aparat kepolisian, Minggu, 3 Mei 2026.
Peristiwa ini bermula dari saling ejek antara dua remaja perempuan yang duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Perselisihan dunia maya tersebut merembet ke dunia nyata setelah salah satu remaja mengadukan kejadian itu kepada ibunya.
LPS (36), warga Tanjung Selatan, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, merasa tidak terima atas perlakuan terhadap anaknya. Pada Sabtu, 2 Mei 2026 siang, LPS mendatangi kediaman ibu dari teman anaknya, HER (38), yang berdomisili di Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta.
“Saat tiba di kediaman HER, LPS marah-marah hingga menyebabkan suasana gaduh,” ujar Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, Senin, 4 Mei 2026.
Kegaduhan yang terjadi di rumahnya membuat HER merasa terintimidasi dan tidak terima. Ia kemudian melaporkan insiden tersebut ke Polsek Tanta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Tanta yang dipimpin oleh Kapolsek Ipda Aris Sufariyadi, S.H., M.H., melakukan langkah mediasi dengan memanggil kedua belah pihak ke Mapolsek pada Minggu siang.
Dalam proses mediasi tersebut, kedua orang tua akhirnya sepakat untuk saling memaafkan. Mereka berkomitmen menyelesaikan perselisihan secara kekeluargaan dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa di kemudian hari.
Kapolsek Tanta, Ipda Aris Sufariyadi, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak, baik di sekolah, di rumah, maupun dalam penggunaan gawai.
“Kami berpesan agar para orang tua lebih bijak dalam menyikapi permasalahan yang melibatkan anak-anak. Pengawasan ketat terhadap interaksi dan penggunaan teknologi informasi sangat diperlukan agar hal-hal seperti ini tidak terulang kembali,” tegas Aris.








