PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET
Jagat maya, khususnya media sosial Facebook, belakangan ini riuh oleh maraknya informasi penipuan berkedok penjualan kendaraan online jarak jauh. Menanggapi keresahan yang kian meresahkan warga Kabupaten Murung Raya tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I, mendesak masyarakat untuk memperketat kewaspadaan dan tidak mentransfer uang secara ceroboh.
Modus operandi yang digunakan pelaku terbilang klasik namun tetap memakan korban: menawarkan harga kendaraan yang jauh di bawah pasar, menjanjikan proses instan, dan mewajibkan korban melakukan transfer bank tanpa adanya pertemuan langsung (cash on delivery).
Imanudin menegaskan bahwa kelengahan dalam memverifikasi informasi digital menjadi celah empuk bagi para pelaku kejahatan siber untuk menguras kantong warga melalui skema penjualan fiktif.
“Jangan mudah percaya pada iklan kendaraan murah yang hanya mengandalkan komunikasi online dan transfer duluan. Cek dulu kebenaran identitas penjual, lokasi kendaraan, dan legalitasnya,” tegas Imanudin dalam keterangannya di Puruk Cahu, Kamis (14/5/2026).
Sebagai langkah preventif, legislator dari Kabupaten Murung Raya (Mura) ini menyarankan agar masyarakat memprioritaskan transaksi melalui dealer atau showroom resmi terdekat. Menurutnya, pembelian secara konvensional jauh lebih aman karena meminimalisasi risiko manipulasi data. Melalui interaksi langsung, calon pembeli dapat memeriksa fisik kendaraan secara detail, memvalidasi keaslian dokumen (STNK dan BPKB), serta melakukan serah terima secara sah dan berkekuatan hukum.
Melalui peringatan dini ini, Imanudin berharap tingkat literasi digital dan kehati-hatian warga Murung Raya dalam bertransaksi di ekosistem digital dapat meningkat secara signifikan.
Di sisi lain, politisi Komisi A ini juga melemparkan bola panas kepada aparat penegak hukum dan otoritas terkait. Ia mendorong kepolisian serta dinas sekor komunikasi untuk segera mengambil tindakan konkret, mulai dari memperketat patroli siber hingga menggencarkan sosialisasi literasi keuangan digital ke akar rumput. Langkah ini dinilai mendesak guna memutus rantai ruang gerak para pelaku penipuan siber yang kian lihai memanfaatkan celah kelengahan masyarakat. (Lkg)











