PURUK CAHU, LenteraKalimantan.net – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei dinilai harus menjadi momentum kritik terhadap arah pembangunan daerah yang belum sepenuhnya merata. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I., mendesak pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan sekadar seremonial sejarah, melainkan bergerak bersama mewujudkan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan.

Imanudin menegaskan bahwa nilai kebangkitan yang sesungguhnya harus diwujudkan melalui intervensi kebijakan yang menyentuh langsung tiga sektor krusial di akar rumput: pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi desa.

Menurut legislator dua periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, keberhasilan pembangunan di Kabupaten Murung Raya tidak bisa dicapai dengan kerja sektoral. Ia menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dan sinergi kokoh antara pihak legislatif, eksekutif, dan masyarakat agar program kerja yang dicanangkan tepat sasaran.

“Kebangkitan sejati lahir ketika kita mampu bekerja dengan hati, data, dan tujuan yang jelas. Jika semua elemen berjalan selaras, pembangunan akan terasa adil dan berkelanjutan,” ujar Imanudin saat diwawancarai pasca-peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Puruk Cahu, Rabu, 20 Mei 2026.

Lebih lanjut, Imanudin berharap semangat kebangkitan tahun ini mampu menumbuhkan optimisme baru di tengah masyarakat Murung Raya. Namun, optimisme itu harus dibarengi dengan perubahan nyata pada tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, berkarakter kuat, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap persoalan riil di lapangan. (Lkg)

Bagikan: