MAKKAH — LENTERAKALIMANTAN.NET
Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, menyampaikan pesan refleksi mendalam langsung dari pelataran Masjidil Haram, Makkah, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Di tengah pelaksanaan ibadah haji 2026, ia mengingatkan agar momentum kurban tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan menjadi tamparan bagi para pemimpin daerah untuk menjaga amanah rakyat.
Tampil dengan jubah putih bersulam emas berlatar belakang Kakbah dan lautan jemaah, Rumiadi menekankan bahwa esensi Idul Adha harus ditarik ke dalam konteks tata kelola pemerintahan dan sosial.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ujar Rumiadi dalam rekaman resmi yang dirilis dari Tanah Suci, mengalamatkan pesannya untuk seluruh umat Muslim di Murung Raya dan Indonesia, Selasa (26/5/26)
Sebagai pimpinan lembaga legislatif, Rumiadi menegaskan bahwa Idul Adha adalah momentum refleksi bersama, khususnya bagi pemangku kebijakan. Ia menyoroti pentingnya nilai pengorbanan yang harus diimplementasikan dalam bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil. Menurutnya, esensi kurban adalah menekan ego kekuasaan demi kepentingan publik yang lebih luas.
“Penting untuk menjaga amanah, mempererat silaturahmi, dan memastikan kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” tutur Rumiadi, menyuarakan komitmen untuk memperbaiki fungsi pengawasan dan pelayanan publik di daerahnya.
Nuansa khidmat di pusat spiritual Islam tersebut dijadikan pemantik untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman politik dan sosial di Murung Raya. Terinspirasi dari keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Rumiadi mengajak seluruh elemen masyarakat—termasuk jajaran eksekutif dan legislatif—untuk merawat nilai kemanusiaan, keadilan, dan gotong royong.
Langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi dasar untuk membangun Kabupaten Murung Raya yang lebih inklusif dan berkeadaban ke depan. (Lkg)











