PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET
Citra kaku dan formal yang selama ini melekat pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) perlahan mulai dikikis di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Kepala Satpol-PP Murung Raya, Rudie Roy, S.STP, menginstruksikan seluruh personilnya untuk memprioritaskan pelayanan publik yang fleksibel, responsif, dan tanpa sekat birokrasi, baik saat bertugas di dalam kantor maupun di lapangan.

Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat penyelesaian urusan masyarakat sekaligus mengubah wajah Satpol-PP menjadi institusi yang lebih humanis dan dekat dengan warga.

“Saat duduk dan berdiri semua bisa melayani. Tidak harus di tempat yang khusus dan istimewa. Dalam suasana apapun, pelayanan harus serba bisa,” tegas Rudie Roy saat ditemui awak media di tengah padatnya agenda kerja di Puruk Cahu, Jumat (12/6/26)

Menurut Rudie, pelayanan publik yang prima tidak boleh kaku dan terikat pada ruang kerja konvensional. Pendekatan yang fleksibel justru menjadi kunci utama dalam mempermudah berbagai kepentingan masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat.

Ia berharap, profesionalisme yang dibalut dengan keramahan ini dapat menular ke seluruh jajaran Satpol-PP Murung Raya. Dengan begitu, kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi penegak peraturan daerah (perda) ini dapat meningkat secara signifikan.

Melalui komitmen anyar ini, Satpol-PP Murung Raya kini membidik target ganda: memastikan penegakan perda dan ketertiban umum tetap berjalan tegas di satu sisi, namun tetap solutif dan humanis di sisi lain.
Reporter: Suara akar rumput

Bagikan: