PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET –

Di tengah gempuran disrupsi digital dan pergeseran budaya global, masyarakat Dayak di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, memilih jalan sunyi yang kokoh: menjadikan adab dan akhlak mulia sebagai benteng terakhir pertahanan sosial mereka. Kearifan lokal yang mengakar di Bumi Tana Malai Tolung Lingu ini terbukti ampuh merawat harmonisasi di tengah keberagaman suku dan agama.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Fitriadi Faiq, menegaskan bahwa konsistensi warga dalam merawat nilai luhur ini bukan sekadar romantisasi masa lalu, melainkan sebuah modal sosial yang krusial untuk stabilitas daerah saat ini.

“Kelestarian adab dan akhlak mulia adalah modal sosial yang tidak ternilai bagi Murung Raya. Ketika nilai ini hidup di tengah masyarakat, maka toleransi, dedikasi, dan kebersamaan akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut kepada wartawan di Puruk Cahu, Senin (22/6/26)

Secara sosiologis, warisan budaya Dayak Murung Raya termaterialisasi nyata dalam interaksi sehari-hari. Mulai dari sistem gotong royong yang tanpa sekat, metode penyelesaian konflik melalui musyawarah adat, hingga keterbukaan yang tinggi terhadap komunitas pendatang.

Tatanan sosial yang harmonis di wilayah berjuluk Tira Tangka Balang ini berhasil meminimalkan gesekan horizontal, menjadikannya salah satu daerah dengan tingkat toleransi yang patut diperhitungkan.

Kendati demikian, tantangan terbesar justru berada di pundak generasi masa kini. Anggota Dewan mengingatkan bahwa modernisasi membawa dua sisi mata uang. Jika tidak difilter dengan komitmen kolektif, identitas lokal terancam luntur digerus zaman.

Fitriadi menaruh harapan besar agar generasi muda Murung Raya tidak kehilangan kompas budaya. Ia mendesak agar nilai-nilai luhur Dayak diintegrasikan sebagai pedoman hidup dalam menghadapi kompetisi di era modern.

“Dengan demikian, identitas Dayak tidak hanya tetap kuat, tetapi juga dihormati dan menjadi teladan bagi daerah lain dalam membangun masyarakat yang beradab dan berkeadaban,” pungkasnya.

Reporter: Muslim.

Bagikan: