
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemukiman warga di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, melonjak tajam seiring masuknya puncak musim kemarau. Lonjakan suhu udara dan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir mempertinggi risiko bencana saban tahun ini.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T., mendesak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan guna mencegah timbulnya titik api yang meluas.
“Saya mengajak semua kalangan masyarakat untuk lebih waspada. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, pastikan kompor dan instalasi listrik aman, serta hindari pembakaran sampah di sekitar rumah,” kata Sutrisno saat memberikan keterangan di Puruk Cahu, Agustus 2026.
Sutrisno memberikan catatan khusus pada kawasan pemukiman padat penduduk yang didominasi konstruksi kayu. Material kayu yang kering di tengah cuaca terik dinilai sangat rentan memicu pemicu awal api hingga berujung kebakaran hebat dalam hitungan menit.
Guna menekan potensi bencana di tingkat lokal, Komisi III DPRD merumuskan tiga langkah praktis yang wajib diterapkan warga:
-
Aktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling): Menggalakkan kembali patroli mandiri di malam hari untuk memantau titik-titik rawan api.
-
Edukasi Penyelamatan dalam Keluarga: Memberikan pemahaman mendasar kepada seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak, mengenai risiko bahaya api dan prosedur evakuasi darurat.
-
Penyediaan Sarana Pemadam Logis: Menyiapkan alat pemadam sederhana seperti pasokan air dan penampung pasir di setiap unit rumah, serta memetakan jalur evakuasi tercepat.
Sutrisno menegaskan bahwa penanganan karhutla dan kebakaran pemukiman tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau petugas pemadam kebakaran semata. Pemerintah di tingkat desa dan kelurahan dituntut lebih proaktif membangun literasi mitigasi bencana di tengah warga.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh partisipasi aktif warga. Laporkan segera jika melihat kepulan asap atau aktivitas mencurigakan ke pihak berwenang,” ujarny menuturkan pentingnya kolaborasi satu komando.
Kewaspadaan kolektif ini diharapkan mampu menahan laju risiko bencana, sehingga Kabupaten Murung Raya dapat melewati ancaman puncak kemarau tanpa potensi kerugian ekologis maupun material.










