PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) bergerak cepat membersihkan tumpahan material pasir yang menutup badan jalan di kawasan Bundaran Batu Bara, Senin (6/7/2026). Langkah darurat ini diambil guna mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) beruntun, terutama bagi pengendara roda dua yang melintasi jalur padat tersebut.

Tumpahan pasir sepanjang beberapa meter tersebut dinilai sangat krusial karena berada tepat di area persimpangan yang padat dilalui kendaraan warga dan armada pengangkut tambang. Berdasarkan asesmen cepat di lapangan, material pasir ini memicu permukaan aspal menjadi sangat licin. Kondisi akan jauh lebih berbahaya saat hujan, di mana pasir bergeser menjadi lumpur yang siap memicu selip ban dan mengganggu jarak pandang akibat polusi debu.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Murung Raya, Fitrianul Fahriman, menegaskan bahwa penanganan ini merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Gangguan Umum yang menempatkan keselamatan publik di atas segalanya.

“Kita tidak menunggu korban dulu baru bergerak. Begitu ada laporan, personel langsung ke lokasi. Ini amanat dari SOP kami: cepat, tepat, dan terukur. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Fitrianul Fahriman.

Operasi pembersihan dilakukan secara taktis oleh personel gabungan dengan alat pelindung diri (K3) lengkap melalui empat tahapan utama:

  1. Isolasi Lokasi: Pemasangan rambu dan cone pembatas untuk mengalihkan arus lalu lintas sementara.

  2. Pembersihan Manual: Penyapuan dan pengangkutan material pasir dari badan jalan.

  3. Penyiraman Trek: Pembasihan sisa debu mikro menggunakan armada pemadam agar tidak mengaburkan pandangan pengendara.

  4. Monitoring: Pemantauan berkala pasca-operasi hingga jalur dinyatakan 100% aman.

Berkat sinergi cepat ini, arus lalu lintas di simpul transportasi Bundaran Batu Bara berhasil dipulihkan dan kembali normal dalam waktu 45 menit.

Meski penanganan berjalan sukses, BPBD menyoroti akar masalah yang terus berulang. Fitrianul menyayangkan sikap para pemilik kendaraan angkutan material yang kerap abai dan tidak menutup muatan mereka dengan rapat saat melintas di jalan publik.

“Kami imbau kepada seluruh perusahaan dan pemilik kendaraan angkutan. Tutup muatan dengan terpal. Jangan sampai karena kelalaian kecil, nyawa orang lain jadi taruhannya. Ini juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan jalan,” ujarnya.

Di akhir penjelasannya, Fitrianul mengapresiasi laporan cepat dari masyarakat yang menjadi kunci utama keberhasilan evakuasi ini. Ia memastikan bahwa posko BPBD siap siaga 1×24 jam untuk menerima laporan gangguan fasilitas publik, mulai dari pohon tumbang, banjir, hingga tungan material berbahaya.

(Tim)

Bagikan: