
BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
Sebanyak 77 klien dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan mengikuti program Bimbingan Keterampilan Dasar, Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari (BCB) Provinsi Kalimantan Selatan. Program pembinaan berlangsung selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2026.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi, mengatakan program tersebut bertujuan membekali para klien dengan keterampilan, pembinaan karakter, serta kesiapan mental agar mampu hidup mandiri setelah menyelesaikan masa rehabilitasi.
Selama mengikuti pembinaan, peserta memperoleh pelatihan pada lima jurusan keterampilan dasar, yakni tata busana, tata rias, tata boga, bengkel motor, dan barbershop. Selain itu, mereka juga mendapatkan keterampilan tambahan berupa home industri sasirangan, kerajinan kain perca, home industri air gucci, bordir, komputer, serta bimbingan kewirausahaan.
“Selama enam bulan ke depan para klien akan mengikuti berbagai bimbingan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga pembinaan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap proses dengan sungguh-sungguh sehingga setelah selesai nanti memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Selamat di Banjarbaru, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, pembinaan fisik meliputi senam aerobik, sedangkan pembinaan mental dan sosial mencakup bimbingan kepribadian, kedisiplinan, sosial kemandirian, serta layanan psikologi. Adapun pembinaan spiritual dilakukan melalui salat berjamaah, baca tulis Al-Qur’an, pendidikan agama, dan kesenian rebana.
Selamat menambahkan, setelah dinyatakan lulus, para klien akan menerima bantuan stimulan berupa peralatan atau bantuan usaha sesuai bidang keterampilan yang dipilih.
“Bantuan tersebut diharapkan dimanfaatkan untuk memulai usaha sendiri sehingga nantinya peserta dapat mandiri secara ekonomi, tidak bergantung kepada orang lain, serta mampu menghidupi diri sendiri maupun keluarganya,” katanya.
Sementara itu, Kepala PRSTS BCB, Noor Yanti, mengatakan seluruh peserta angkatan 2026 berasal dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, dengan rincian Kota Banjarmasin tiga orang, Kota Banjarbaru satu orang, Kabupaten Banjar delapan orang, Tapin tujuh orang, Hulu Sungai Selatan 10 orang, Hulu Sungai Tengah enam orang, Hulu Sungai Utara delapan orang, Balangan 10 orang, Tabalong delapan orang, Tanah Laut empat orang, Tanah Bumbu tiga orang, Kotabaru lima orang, dan Barito Kuala empat orang.
Noor Yanti berharap para peserta memanfaatkan program rehabilitasi tersebut secara maksimal agar memiliki keterampilan, karakter, dan kepercayaan diri saat kembali ke masyarakat.
“Program rehabilitasi ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan rasa percaya diri. Kami berharap setelah kembali ke masyarakat, para klien mampu beradaptasi dengan baik, memiliki pekerjaan atau usaha sendiri, serta menjadi pribadi yang produktif dan mandiri,” pungkasnya(mckalsel/lnk).











