TABALONG – LENTERAKKALIMANTAN.NET Kepolisian Resor (Polres) Tabalong mengambil langkah preventif menghadapi tantangan ganda di pertengahan tahun 2026. Dipimpin langsung oleh Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, kepolisian menggelar Apel Kesiapsiagaan Sarana Prasarana (Sarpras) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Peralatan Pengendalian Massa (Dalmas) di Lapangan Hitam Mapolres, Selasa (14/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini akan dimulai secara bertahap pada akhir April, dengan puncak risiko karhutla pada Juni hingga Agustus 2026.

Dalam apel yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita tersebut, AKBP Wahyu Ismoyo bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) melakukan inspeksi mendalam terhadap kondisi fisik persenjataan dan peralatan teknis. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh Alat Material Khusus (Almatsus) dalam kondisi siap pakai (ready to use) guna merespons potensi bencana maupun eskalasi massa.

“Karhutla bukan sekadar peristiwa alam, melainkan fenomena kompleks yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial, stabilitas pemerintahan, serta sektor strategis lainnya,” ujar Kapolres Wahyu Ismoyo dalam amanatnya.

Selain isu lingkungan, penyiagaan personel Dalmas menjadi sorotan penting. Kapolres menekankan bahwa dinamika kebijakan pemerintah dan situasi ekonomi global berpotensi memicu reaksi publik yang dapat memengaruhi stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk para Kapolsek, untuk:
◾Memperkuat Sinergi: Kolaborasi lintas sektoral dalam memantau hotspot karhutla.
◾Respons Cepat: Penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat untuk menghindari disinformasi.
◾Edukasi Publik: Meningkatkan kesadaran warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara ilegal.

Pencegahan dini dinilai sebagai instrumen paling efektif untuk menekan kerugian ekonomi dan kerusakan ekosistem. Kapolres menegaskan bahwa kesiapan personel tidak boleh hanya di atas kertas, melainkan harus teruji secara riil di lapangan.

“Kami memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap pakai, serta personel siap digerakkan kapan pun dibutuhkan,” tegas AKBP Wahyu Ismoyo secara terpisah usai apel yang berakhir tertib pada pukul 09.10 Wita tersebut.

Upaya mitigasi ini diharapkan mampu menjaga wilayah hukum Tabalong tetap kondusif, baik dari ancaman kabut asap maupun gangguan keamanan lainnya di tengah periode kemarau yang panjang.

 

Bagikan: