BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalimantan Selatan menggebrak Gedung DPRD Provinsi Kalsel pada Jumat sore, 19 Juni 2025. Membawa isu krusial mulai dari carut-marut program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga desakan reformasi Polri, massa berhasil memaksa pimpinan parlemen daerah menandatangani pakta tuntutan setelah menggelar aksi teatrikal tabur bunga sebagai simbol “matinya demokrasi”.

Aksi yang dimulai sejak pukul 14.00 WITA ini berpusat di Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Di bawah kawalan ketat aparat kepolisian, massa bergerak tertib namun vokal menyuarakan rapor merah kebijakan pusat dan daerah.

Massa yang dikoordinasi oleh Ahmad Munawir Sazali dari BEM UIN ini membawa tiga poster utama yang menyentil tajam pemerintah: “Reformati Indonesia”, “Dicari 11 Perwakilan Rakyat Dapil Kalsel!!!”, dan yang paling mencolok, “Maling Berkedok Gizi”.

Melalui pengeras suara, Ahmad Munawir menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program andalan pemerintah pusat saat ini sarat akan konflik kepentingan dan rentan ditunggangi oligarki.

“Kami menuntut evaluasi menyeluruh dan moratorium sementara program MBG. Harus ada transparansi, audit publik, serta pengembalian fokus program agar benar-benar memberdayakan ekonomi rakyat, bukan korporasi,” tegasnya di tengah riuh peserta aksi.

Selain isu MBG, BEM Kalsel juga membawa tiga tuntutan krusial lainnya:

  1. Mendepak draf revisi UU Polri dan mendesak reformasi Polri secara total.

  2. Menyesuaikan harga BBM dengan kondisi riil perekonomian rakyat kecil.

  3. Memprioritaskan kesejahteraan pendidikan, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Aksi yang semula dimulai dengan long march dari titik kumpul Patung Bekantan di Jalan Kapten Piere Tendean ini sempat memanas saat mahasiswa bergantian melakukan orasi di depan gerbang parlemen. Ketegangan mencair setelah jajaran petinggi DPRD Provinsi Kalsel keluar menemui massa pada pukul 16.00 WITA.

Hadir langsung di tengah massa, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, didampingi para Wakil Ketua yakni H.M. Alpiya Rakhman dan H. Kartoyo, serta Wakil Ketua Komisi IV Gusti Iskandar Sukma Alamsyah.

Sebelum tuntutan diserahkan, massa menyajikan aksi teatrikal tabur bunga pada pukul 16.20 WITA di hadapan para wakil rakyat. Aksi ini menjadi simbol duka mendalam mahasiswa atas apa yang mereka sebut sebagai kemunduran iklim demokrasi di Indonesia.

Diplomasi jalanan ini mencapai puncaknya pada pukul 17.35 WITA. Di bawah pengawasan ketat massa, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK akhirnya menandatangani lembar tuntutan BEM Kalsel, berkomitmen untuk meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat. Setelah tuntutan resmi dikantongi, massa membubarkan diri dengan tertib menuju titik konsolidasi pada pukul 17.45 WITA.

Jalannya aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan penuh dari aparat kepolisian. Guna mengantisipasi gesekan, pengamanan dipimpin langsung oleh Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul Rein Krisman Siregar, didampingi Wakapolresta AKBP Arwin Amrih Wientama beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Banjarmasin.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa unjuk rasa berjalan dengan aman tanpa ada insiden kekerasan. “Selama kegiatan berlangsung lancar, situasi aman dan kondusif,” tulis laporan resmi Polresta Banjarmasin pasca-aksi.

Bagikan: