
BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong kampus tidak hanya berhenti pada pembuatan karya ilmiah, tetapi mampu mengonversi riset mahasiswa menjadi produk industri yang memiliki nilai komersial.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman HB, saat meresmikan peluncuran dan Showcase Technopreneur Park Politeknik Hasnur di Banjarmasin. Mengusung tema “Inovasi Mahasiswa, Peluang Komersialisasi, Kolaborasi untuk Dampak Nyata”, fasilitas ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara dunia pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan investor.
Hasnuryadi menyampaikan bahwa daya saing Kalimantan Selatan ke depan tidak lagi bergantung penuh pada kekayaan sumber daya alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusia dan inovasi berbasis teknologi.
“Daya saing suatu daerah tidak lagi hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia. Kehadiran Technopreneur Park ini adalah langkah strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan investor agar hasil riset tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi berkembang menjadi produk, layanan, atau usaha yang memberikan dampak ekonomi dan sosial,” ujar Hasnuryadi, Rabu (5/8).
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel berkomitmen menciptakan iklim yang kondusif agar inovasi mahasiswa dapat terserap oleh pasar dan menciptakan lapangan kerja baru dalam mendukung transformasi ekonomi daerah.
Kepada para mahasiswa Politeknik Hasnur, Hasnuryadi berpesan agar tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses bereksperimen dan berinovasi.
“Terus berani berinovasi dan mencoba sesuatu yang besar. Jangan takut gagal, karena setiap inovasi besar lahir dari proses belajar yang panjang. Jadikan tantangan sebagai ruang untuk terus berkembang,” tuturnya.
Dalam agenda tersebut, Wagub Kalsel juga menyampaikan permohonan maaf atas pergeseran jadwal acara dari pagi ke siang hari. Hal ini disebabkan dirinya harus melantik Hj. Drg.Ellyana Trysa Hasnuryadi sebagai Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalsel—organisasi yang menaungi 42 organisasi perempuan di Kalsel—sebelum menghadiri peluncuran Technopreneur Park.
Acara peluncuran dan pameran inovasi ini turut dihadiri oleh Ketua BKOW Kalsel Drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Sekretaris Umum Yayasan Hasnur Centre Hj. Nina Richi Tresy Putri, S.Sos., Direktur Poltek Hasnur Tesdiq Prigel Kaloka, M.Si., Chairman of Technopreneur Park, jajaran pimpinan Hasnur Group dan Yayasan Hasnur Centre, serta ratusan mahasiswa Politeknik Hasnur.(Lnk).













