MURUNG RAYA – LENTERAKALIMANTAN.NET

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi titik balik bagi Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam membenahi kualitas ruang belajar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Murung Raya, Paulus Manginte, S.T., M.T., menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berbakti kepada bangsa dan negara.

Bagi Paulus, Hardiknas bukan sekadar seremonial. Ia menekankan bahwa kualitas infrastruktur memiliki korelasi langsung dengan efektivitas pembelajaran. “Hardiknas bukan hanya soal kurikulum. Bangunan sekolah yang kokoh, sanitasi bersih, akses jalan yang aman, dan ruang kelas ramah anak adalah prasyarat lahirnya pelajar yang fokus belajar, hormat pada guru, dan peduli lingkungan,” ujar Paulus kepada Suara Akar Rumput, Sabtu (2/5/2026).

Sebagai garda terdepan di sektor teknis, Dinas PUPR Murung Raya kini tengah memacu pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil. Paulus memastikan pihaknya menerapkan standar ketat dalam setiap proyek fisik.

“Kami prioritaskan rehabilitasi ruang kelas rusak, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di wilayah blank spot, penyediaan air bersih dan MCK, hingga akses jembatan bagi pelajar. Konstruksi harus berstandar, tepat mutu, dan tepat waktu. Tidak ada toleransi bagi sekolah yang membahayakan keselamatan anak,” tegasnya.

Dinas PUPR juga mulai mengadopsi konsep sekolah cerdas dan berkelanjutan. Desain gedung kini diarahkan untuk mendukung sirkulasi udara optimal, pemanfaatan pencahayaan alami, mitigasi bencana, serta kesiapan infrastruktur digital seperti akses internet, laboratorium, dan ruang praktik vokasi. Menurut Paulus, infrastruktur yang mumpuni akan menumbuhkan kebanggaan siswa sekaligus memicu semangat berprestasi.

Menghadapi tantangan pembangunan yang luas, Paulus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan. Ia percaya bahwa sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan kontraktor adalah kunci.

“Orang tua awasi pemeliharaan sekolah bersama komite. Sekolah laporkan kebutuhan sarana secara akurat. Kontraktor kerja profesional. Masyarakat jaga fasilitas publik. Ketika infrastruktur, pendidik, dan keluarga bergerak seirama, lahir generasi yang berbakti dan bermanfaat,” tutur pria yang akrab disapa Paulus ini.

Sebagai rangkaian perayaan Hardiknas 2026 di Murung Raya, pemerintah daerah menggelar serangkaian aksi nyata, mulai dari penandatanganan komitmen sekolah aman, peresmian rehabilitasi SD-SMP prioritas, peluncuran program ‘Satu Sekolah Satu Taman’, hingga deklarasi Pelajar Peduli Lingkungan.

“Hari Pendidikan Nasional adalah ikrar kita membangun masa depan. Dari ruang kelas yang aman dan nyaman di Murung Raya akan tumbuh anak-anak yang berbakti kepada orang tua, setia kepada bangsa dan negara, serta bermanfaat bagi sesama melalui karya dan pengetahuan,” pungkasnya menutup pernyataan.(Lkg)

Bagikan: